Pendonor Darah hanya Diperiksa Empat Tahap, PMI Bangkalan Ajukan Alat Rapid Test

  • Whatsapp
(KM/FA'IN NADOFATUL M.) STOK BANYAK: Di tengah wabah Covid-19, ketersediaan darah di PMI Bangkalan masih aman.

Kabarmadura.id/Bangkalan-Akibat wabah Covid-19, dalam beberapa minggu terakhir, stok darah di Palang Merah Indonesia (PMI) Bangkalan cukup banyak.

Bacaan Lainnya

Sebelumnya, Ketua Koordinator Muhammad Syarif Husen mengatakan, kendati stok darah di PMI Bangkalan saat ini terbilang aman. Tetapi pendonor darah berkurang drastis akibat pandemi ini.

Terlebih, pihaknya hanya melakukan 4 tahap proses seleksi bahwa pendonor memang benar-benar tidak memiliki riwayat penyakit, khususnya Covid-19. Sedangkan, alat pemeriksaan cepat berupa rapid test belum dimiliki oleh PMI Bangkalan.

“Pada saat pengambilan darah itu kami beri lembaran pertanyaan khusus penanganan Covid, seperti apakah orang tersebut pernah bepergian ke luar kota, khususnya wilayah yang masuk zona merah,” ujarnya.

Kemudian, pihaknya akan memeriksa suhu badannya. Termasuk pemeriksaan kondisi tubuhnya, seperti apakah ada batuk, demam dan sakit tenggorokan, juga sesak nafas.

“Kami sudah ajukan ke Dinkes untuk diberikan rapid test, tapi terbentur ketersediaan alat dan biayanya,” ungkapnya.

Di akhir bulan Maret ini, sebenarnya PMI Bangkalan cukup kewalahan, karena permintaan dari rumah sakit ini cukup tinggi. Tapi, di akhir Februari ini sudah melakukan kegiatan donor darah, namun belum tercukupi.

“Tapi mulai bulan ini jumlah permintaan darah dari rumah sakit menurun, tapi alhamdulillah stok kami lumayan,” imbuhnya.

Lelaki yang kerap disapa Asep ini menjelaskan, setiap harinya rumah sakit di Bangkalan meminta 70 hingga 80 stok darah. Setelah adanya wabah ini, permintaan darah tersebut terlihat mulai menurun. Asep mengatakan, setiap harinya hanya 20 hingga 50 kantong darah.

“Permintaan darah paling tinggi itu stagnan, tergantung permintaan rumah sakit umum dan swasta. Per bulannya rumah sakit meminta untuk disiapkan darah sebanyak 700 hingga 800 kantong,” jelasnya.

Untuk permintaan rumah sakit, sekitar 200 hingga 250 kantong per bulan. Jadi setiap bulan, PMI Bangkalan membutuhkan 1.000 hingga 1.200 kantong darah.

Sedangkan per Rabu (8/4/2020), stok darah di PMI Bangkalan ada 387 kantong. Rinciannya golongan darah A 103, golongan darah B 128, golongan AB 29 dan golongan darah O 127 kantong.

“Biasanya yang paling banyak dicari itu golongan darah O, tergantung juga,” pungkasnya. (ina/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *