oleh

Penebangan Pohon Mangrove, DLH Sumenep Diminta Jangan Diam

KABARMADURA.ID, SUMENEP -Aktivitas penebangan pohon mangrove di Kepulauan Gili Raja Kecamatan Gili Genting, semakin meresahkan warga. Sebab, sampai saat ini aktivitas tersebut akan merusak lingkungan. Sementara pemerintah setempat dinilai tidak ada tindakan tegas terhadap aktivitas penebangan tersebut.

Menanggapi persoalan itu, Sekretaris Komisi lll DPRD Sumenep M Ramzi meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep serius dalam menindaklanjuti maraknya penebangan pohon mangrove di bibir pantai Gili Raja. Seharusnya sudah ada larangan dan peringatan kepada pelaku penebangan.

“Ya itu berkaitan lingkungan. Berarti DLH (Dinas Lingkungan Hidup) harus ambil peran di sini. DLH yang bertanggung jawab melindungi dan mengedukasi kan mereka,” kata politisi Hanura itu.

Menurut Ramzi, pemerintah daerah jangan terkesan berlindung di balik kebijakan dengan alasan persoalan bibir pantai wilayah Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim). Seharusnya harus ikut berperan karena dalam perlindungan lingkungan juga diatur dalam peraturan daerah.

“DLH jangan hanya diam, ini persoalan perusakan lingkungan, tidak sepenuhnya tanggung jawab pemprov, jangan lempar tanggung jawab,” imbuhnya.

Sebelumnya, warga Gili Raja Syahrul Gunawan mengatakan, penebangan pohon mangrove jelas merusak lingkungan. Bahkan berdasarkan regulasi itu sudah melanggar. Misalnya pada Pasal 35 Undang-Undang Nomor 27 tahun 2007 tentang Pengelolaan Wilayah Pasir dan Pulau-Pulau Kecil.

Maka jika tidak bisa ditindak, minimal masyarakat diberikan edukasi atau pembinaan, sehingga kelestarian lingkungan.

“Kami minta DLH menyelesaikan persoalan ini. Sebab pohon itu tidak serta langsung tumbuh, tapi butuh proses jangka panjang,” papar dia.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sumenep Ernawan Utomo berdalih, untuk persoalan penebangan pohon mangrove tidak bisa berbuat banyak. Sebab, lokasinya di bibir pantai, sehingga tidak memiliki kewenangan dan  tidak bisa bertanggung jawab.

“Coba itu tugas siapa, kami tidak berani ikut campur,” tukasnya. (ara/mam)

Komentar

News Feed