Penegakan Protkes di Desa Lemah, Satpol PP Pasrahkan ke Pemdes

  • Whatsapp
(FOTO: KM/ ALI WAFA) BELUM PATUH: Penegakan protkes saat PPKM level 3 masih membutuhkan partisipasi dan kesadaran masyarakat.

KABARMADURA.ID, PAMEKASAN Kabupaten Pamekasan saat ini telah berstatus pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 3. Penegakan kedisiplinan dalam mengikuti protokol kesehatan (protkes) terus digencarkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan. Namun, penegakannya masih dianggap kurang maksimal.

Menurut Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan Ali Masykur, penegakan protkes seharusnya tidak hanya dilakukan di wilayah perkotaan. Sebab, kerumunan warga masih kerap terlihat di wilayah pedesaan. Selain itu, menurutnya, penegakan protkes dianggap hanya ketat di malam hari, namun saat siang hari masih normal.

Bacaan Lainnya

“Aktivitas tanpa protkes masih sering terlihat di pasar dan swalayan,” ungkapnya.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pamekasan Kusairi mengatakan, operasi yustisi tetap berlanjut meski Pamekasan sudah turun level dari PPKM level 4 ke level 3. Operasi yustisi tersebut dilakukan agar warga disiplin mematuhi protkes. Pihaknya bekerja sama dengan pihak pengadilan untuk menjatuhi sanksi bagi pelanggar protkes.

Namun, pihaknya mengaku masih memikirkan perekonomian masyarakat jika penertiban dilakukan secara ketat di siang hari. Sebab menurutnya, saat siang hari adalah waktunya masyarakat bertataniaga. Pihaknya mengaku hanya mengimbau secara humanis agar protkes 5 M terus dipatuhi oleh masyarakat saat siang hari.

Meski begitu, dia mengatakan, penegakan protkes bukan hanya tanggung jawabnya saja, melainkan juga tanggung jawab semua pihak. Untuk penegakan protkes di wilayah pedesaan, pihaknya meminta pemerintah kecamatan dan pemerintah desa ikut menyadarkan masyarakat agar mau mematuhi protkes dan tidak berkerumun.

Pihaknya mengaku butuh bantuan para tokoh masyarakat dan alim ulama untuk menyadarkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya penegakan protkes. Sebab pihaknya menilai, kerumunan saat acara pernikahan yang masih kerap terjadi di wilayah pedesaan hanya akan memperburuk kondisi jika masyarakat tidak patuh.

“Ini tanggung jawab semuanya. Jadi ayo, agar pandemi ini segera berakhir,” ujarnya. (ali/maf)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *