oleh

Peneliti Belum Temukan Penyebab Rombongan Paus Terdampar di Pantai Modung

KABARMADURA.ID, BANGKALAN-Gemparnya puluhan paus yang terdampar di Desa Patereman, Kecamatan Modung, Bangkalan belum diketahui penyebabnya hingga sekarang. Baik dari Dinas Perikanan (Diskan) Bangkalan juga dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Wilayah II Jawa Timur yang berkunjung, Jumat (19/2/2021) lalu, belum mengetahui pasti apa penyebabnya.

Kepala Diskan Bangkalan Muhammad Zaini mengaku, pihaknya terus berkoordinasi dengan pihak BKSDA Jatim terkait kejadian itu. Katanya, butuh waktu satu bulan untuk mengetahui penyebab para paus itu terdampar di Pantai Modung.

“Informasi dari Pemprov Jatim masih satu bulan lagi hasilnya,” katanya, Minggu (21/2/2021).

Lanjut Zaini, segerombolan ikan paus tersebut merupakan hidup dengan migrasi. Di mana ikan paus tersebut tidak menetap di perairan laut lepas di Modung. Diketahui, ada 52 ikan paus jenis pilot itu. 49 di antaranya mati, hanya 3 yang berhasil diselamatkan oleh warga dan relawan.

(FOTO: KM/ISTIMEWA)

Sementara itu, Kepala Konservasi BKSDA Wilayah II Provinsi Jatim RM Wiwied Widodo menyampaikan, banyak indikasi yang menyebabkan ikan paus tersebut menuju pesisir Pantai Modung. Indikasi-indikasi tersebut antara lain bisa jadi mereka trek navigasi sonar. Artinya mereka mempunyai trek navigasi khusus pada jelajah berenangnya.

Jikalau navigasi mereka berbelok sampai ke Pantai Modung. Maka, ada sesuatu yang bermasalah dengan navigasi sonarnya. Gangguan pada sonarnya ini, Wiwied menyampaikan, bisa karena fisik, juga karena mereka terpancing adanya makanan yang ada di pesisir Pantai Modung atau lainnya seperti mencari pasangan.

“Kemarin kami sudah ambil sampelnya bagian gendang telinga dan organ dalamnya,” ungkapnya.

Dia mengaku, mengambil organ dalam ikan paus tersebut karena juga bisa ada indikasi keracunan pada makanan yang dimakan oleh ikan paus itu. Sampai saat ini masih belum mengetahui secara pasti penyebabnya. Karena tim ahli membutuhkan waktu satu bulan untuk mengetahuinya.

“Indikasinya banyak, termasuk adanya kerusakan ekosistem pada laut tempat tinggalnya, yang menjadikan rombongan paus itu berpindah tempat hingga ke pesisir Modung. Nanti akan kami uraikan satu-satu penyebabnya,” tuturnya.

Diketahui, total paus yang telah dikubur, Sabtu, (20/2/2021) sebanyak 47 ekor dari 51 ekor yang mati. Dimana 4 ekor bangkai belum ditemukan. Untuk 4 ekor yang belum ditemukan tersebut, dia telah melakukan perintah pada tim terpadu akan terus berusaha melakukan pencarian.

Seperti menyiagakan Dinas PU Provinsi Jawa Timur 1 unit eskavatornya untuk penggalian apabila ke 4 bangkai tersebut ditemukan. Terhadap 1 ekor yang masih hidup, BKSDA Jawa Timur menurunkan 1 armada perahu untuk terus memantau pergerakan ke laut lepas. Kegiatan tersebut dilaksanakan bersama Jakarta Animal Aid Network (JAAN) untuk beberapa waktu ke depan.

“Karena yang satu ekor ini kan bisa jadi termasuk kawanannya yang selamat. Jadi kamu pantau agar aman dan bisa kembali ke laut lepas,” tandasnya. (ina/mam)

Komentar

News Feed