Penentuan Level PPKM di Bangkalan Tidak Selaras dengan Jatim

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FA'IN NADOFATUL M) BOR RENDAH: Suasana rumah sakit Syamrabu Bangkalan yang tampak lengang karena kasus Covid-19 yang terus menurun.

KABARMADURA.ID;BANGKALAN-Perpanjangan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Bangkalan masih dilakukan. Namun ada perbedaan rilis dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim). Rilis Pemkab Bangkalan menyatakan PPKM masih berada di level tiga, tetapi rilis Pemprov Jatim, Bangkalan berada di zona level 2.

Humas Satgas Covid-19 Bangkalan Agus Zein mengatakan, perbedaan pelevelan PPKM tersebut karena Bangkalan mengikuti instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) yang menetapkan Bangkalan bersama 21 kabupaten atau kota di Jatim berada di level 3. Inmendagri tersebut sudah mengatur indikator-indikator terkait leveling kabupaten atau kota.

Bahkan Agus menerangkan, Bupati Bangkalan Abdul Latif Amin Imron telah menindaklanjuti Inmendagri itu dengan Keputusan Bupati Bangkalan bernomor 188.45/233/Kpts/433.013/2021 tentang PPKM Level 3 Covid-19. Maka, dia memastikan bahwa Bangkalan masih berada pada PPKM level 3 sesuai Inmendagri.

“Hasil assesment masuk level 2, tetapi berdasarkan inmendagri, karena masuk wilayah aglomerasi Surabaya Raya, masuk kategori level 3,” jawabnya dengan singkat saat dihubungi via seluler.

Mengenai perbedaan tersebut, lelaki yang juga menjabat sebagai kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) ini tidak menjelaskan secara rinci.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bangkalan Sudiyo menyampaikan, kondisi penyebaran wabah Covid-19 di Bangkalan cenderung terus menurun. Pernyataannya itu didasari bed occupancy rate (BOR) rumah sakit umum daerah (RSUD) Syamrabu dalam seminggu terakhir, khususnya di intensive care unit (ICU) sudah nol pasien. Artinya sudah tidak ada pasien yang suspek Covid-19. Sedangkan ruang isolasi di rumah sakit hanya diisi oleh 1 pasien saja.

“Artinya itu indikator utama bahwa kondisi sebaran Covid-19 sudah landai. Bahkan cenderung nihil,” jelasnya mengenai kondisi rumah sakit saat ini.

Selain itu, lelaki yang kerap disapa Yoyok ini menuturkan bahwa kasus kematian juga sudah terkontrol. Jika kasus tidak ada kenaikan, maka angka kematian juga bisa ditekan. Diketahui, berdasarkan data Minggu, 12 September 2021 pukul 12.00 WIB, angka kematian nol persen.

“Yang isolasi hanya 10 persen, di Balai Diklat ada 5 pasien dan di rumah 15 orang,” tandasnya.

Untuk kasus aktif, diketahui sebanyak 73 orang. Dari jumlah itu, yang isolasi di luar Bangkalan rumah sakit rujukan sebanyak 5 orang, rumah sakit lapangan Indrapura sebanyak 41 pasien dan isolasi mandiri (isman) di rumah 5 orang. Di mana tingkat kesembuhan sebanyak 7 orang.

Reporter: Fa’in Nadofatul M

Redaktur: Wawan A. Husna

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *