Penerangan Listrik di Gili Raja, DPMD Sumenep Tambah Rp300 Juta

(FOTO: KM/MOH RAZIN) MENUNTUT: Masyarakat Kepulauan Gili Raja saat berdemo di depan DPMD beberapa waktu lalu.

KABARMADURA.ID, SUMENEP -Rencana penerangan 24 jam di Kepulauan Gili Raja Kecamatan Gili Genting sampai saat ini nampaknya hanya sebatas wacana. Kendati sudah  dianggarkan sebesar Rp7,3 miliar, namun rencana penerangan yang digagas sejak tahun 2014 tidak kunjung terealisasi.


Kepala Bidang (Kabid) Pendayagunaan Teknologi Tepat Guna (TTG) Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Sumenep Fadholi menyampaikan, untuk pengadaan alat sudah sampai 95 persen. Diakuinya dalam perampungan itu terkendala pendataan rumah warga yang akan memasang aliran listrik.

“Proses STO (serah terima operasi) yang 105 operasi sudah. Pengelolanya juga sudah ada,” katanya.

Dikatakannya, sebagai tahapan penyempurnaan listrik bisa segera menyala, pihaknya kembali menganggarkan sebesar Rp300 juta. Salah satu diperuntukkan untuk menyambungkan ke rumah-rumah masyarakat di kepulauan yang terdiri dari empat desa tersebut.

Sebab menurut dia, seluruh alat sudah rampung. Apalagi proses penerangan tersebut sempat mendapat kritikan keras, semisal pernah didemo oleh masyarakat Gili Raja sekitar akhir tahun 2019 kemarin.

“Tahapan-tahapannya sudah, tetapi belum menyala, tinggal sedikit lagi. Satu bulan lagi bahkan bulan ini bisa menyala, semoga tidak ada kendala lagi,” imbuhnya.

Salah satu masyarakat Gili Raja Nur Arifin menyampaikan, warga telah lelah menanti. Sebab,  terlalu lama menunggu penerangan yang memang dijanjikan pemerintah. Hampir 6 tahun rencana itu dilakukan namun hingga kini masih nihil.

“Kalau emosi lumayan. Tiangnya sudah terlalu lama dipasang, sementara listrik masih belum menyala,” papar dia. (ara/mam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.