Penerapan OSS Tak Terbukti Tingkatkan Iklim Investasi di Sampang

  • Whatsapp
KM/SUBHAN-PERIZINAN: Pelayanan perizinan melalui OSS di Sampang belum bisa meningkatkan iklim investasi dan PAD jasa perizinan.

Kabarmadura.id/SAMPANG – Penerapakan pelayanan perizinan terintegrasi secara elektronik atau online single submission (OSS) bertujuan untuk memudahkan pengurusan izin dan bisa mendorong peningkatan iklim investasi serta pendapatan asli daerah (PAD) dari retribusi pengurusan izin, seperti izin mendirikan banguan (IMB), izin usaha dan sebagainya patut dipertanyakan.

Pasalnya, penerapan OSS di Kabupaten Sampang sejak diberlakukan pengurusan izin terintagrasi pada tahun 2018, hingga kini, iklim investasi dan PAD perizinan di kota Bahari tercatat stagnan, bahkan diinformasikan belum ada peningkatan yang signifikan.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sampang, Moh. Zis mengatakan, penerapan OSS dalam pengurusan segala perizinan sangat memudahkan masyarakat. Sehingga jumlah pemohon izin terus meningkat, seharusnya iklim investasi dan PAD juga ikut meningkat.

Menurut dia, hubungan penerapan OSS dengan peningkatan iklim investasi dan PAD itu, sangat berkaitan erat dan dapat dirasakan secara langsung dan tidak langsung. yakni pengurus izin sangat mudah, tentunya dengan kemudahan itu iklim investasi dan pendapat otomatis meningkat.

”Ketika pengurusan izin dipermudah, tentunya pendapatan jasa perizinan meningkat, Namun, kami belum mengetahui secara pasti sudah ada peningkatan pendapatan dan iklim investasi, karena kami hanya fokus pada proses pelayanannya,” Kata Moh. Zis kepada Kabar Madura, Rabu (13/3).

Ia menjelaskan, sejak diterapkan pengurusan izin melalui OSS tersebut, antusias masyarakat dan pengusaha untuk mengurus izin, seperti IMB dan sebagainya relatif meningkat, mestinya PAD jasa perizinan dan iklim investasi juga meningkat secara otomatis.

Penerapan OSS tersebut, merupakan amanat Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 24 Tahun 2018 tentang pelayanan perizinan terintegrasi secara elektronik. Selain itu mengacu pada Peraturan Bupati (Perbup) Sampang nomor 35 tahun 2018 tentang pendelegasian wewenang penyelenggaran perizinan sebanyak 115 jenis izin usaha dapat diurus di DPMPTSP setempat. perizinan yang menggunakan OSS sebanyak 68 jenis izin, sedangkan 47 jenis izin lainnya masih konvensional.

”Kami tidak punya kewenangan dalam mengukur peningkatan pendapatan dan iklim investasi dengan adanya kemudahan pengurusan izin ini, karena saat ini, kami sudah tidak memiliki target pendapatan izin IMB dan sebagainya,a hanya fokus melayani,” kelitnya.

Ia berjanji, akan terus mensosialisasikan penerapan OSS agar bisa mendorong peningkatan iklim investasi dan PAD. Pihaknya akan membantu dan asistensi, manakala ada masyarakat yang tidak mengerti cara mengunduh dokumen pengurusan izin melalui OSS.

”Kalau masih ada warga yang kebingungan dengan OSS ini, silahkan saja datang ke kantor, kami sudah menyiapkan pendamping untuk membantu,”pungkasnya. (sub/mam)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *