Penerapan Perubahan KTP KK Baru untuk Nikah di Sumenep Tidak Maksimal

  • Whatsapp
(FOTO: KM/IMAM MAHDI) Pembuatan KTP dan KK baru belum diindahkan masyarakat, yang hendak melaksanakan tersebut masih sedikit.

KABARMADURA.ID, SUMENEP -Aturan mengenai persyaratan pelaksanaan pernikahan dengan perubahan kartu tanda penduduk (KTP) dan kartu keluarga (KK) baru masih belum maksimal. Hal itu terbukti, dari sekian yang mengajukan permohonan akad nikah di kantor urusan agama (KUA) tidak semuanya mengikuti aturan tersebut.

Kepala KUA Guluk-Guluk Hasan Basri mengatakan, setiap orang yang hendak melaksanakan pernikahan masih belum melakukan pembuatan KTP dan KK baru.

“Yang kami laksanakan hanyalah KTP, KK yang penting sesuai dengan NIK-nya,” katanya Minggu (29/08/2021).

Dikatakannya, selama ini tidak satu pun yang hendak melakukan akad nikah mengajukan KK dan KTP baru. Masyarakat banyak mengaku kesulitan dalam pengurusan administrasi tersebut. “Semoga masyarakat ke depannya dapat melaksanakan apa yang sudah menjadi peraturan pemerintah,” paparnya.

Sementara itu, Kepala KUA Kota Sumenep Moh. Afif menjelaskan, pemberlakuan pembuatan KTP dan KK baru belum maksimal. Penerapan tersebut sudah berlaku. Namun, sedikit masyarakat yang mematuhi aturan.

“Jadi penerapan tersebut saat ini masih belum berjalan maksimal,” ujarnya.

Plt Kasi Bimas Islam Kementerian Agama (Kemenag) Sumenep Zainurrasi menyampaikan, penerapan pembuatan KTP dan KK baru sudah diberlakukan. Aturan itu bekerja sama dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Sumenep untuk merubah KK dan KTP.

Dijelaskannya, ada Dua kecamatan yang menjadi percontohan penerapan tersebut. Yakni, Kantor Urusan Agama (KUA) Kota dan KUA Kecamatan Guluk-guluk. Perubahan KTP harus berubah status dari semula belum menikah menjadi status menikah, serta perpindahan domisili.

“Pemberlakuan ini, masih diujicobakan di dua kecamatan. Sehingga, nantinya 27 KUA di Sumenep dapat diberlakukan,” ucap dia.

Dikonfirmasi secara terpisah, Kepala Dispendukcapil Sumenep Sahwan Efendi mengutarakan, sudah menandatangani  memorandum of understanding (MoU) dengan Kemenag Sumenep. Dia mengakui, saat ini masih sedikit masyarakat yang mematuhi aturan adanya KK dan KTP baru. Hal tersebut diketahui dari KUA yang sedikit mengajukan.

“Jumlah saat ini kurang lebih 6 orang yang melakukan hal tersebut,” ucap pria yang akrab disapa Sahwan itu. (imd/mam)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *