Penerapan PPKM, Dinsos Sumenep Tidak Jamin Ada BST

  • Whatsapp
(FOTO: KM/MOH RAZIN) DIBATASI:Diberlakukan PPKM, masyarakat membutuhkan bantuan akibat terdampak Covid-19

KABARMADURA.ID, SUMENEP –Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Sumenep dikeluhkan. Sebab, penerapan pembatasan tanpa adanya solusi untuk meningkatkan perekonomian masyarakat melalui sejumlah bantuan.

Seperti tahun sebelumnya, masyarakat mendapat Bantuan Sosial Tunai (BST) Program Jaring Pengaman Sosial (Japes) atau bantuan sembako.

Kepala Dinsos Sumenep Moh. Iksan menerangkan, data yang masuk pada tahun kemarin hampir 30 ribu KPM, namun untuk tahun ini sampai pertengahan tahun tidak ada bantuan serupa.

“Untuk bansos penanganan covid, yang sudah didistribusikan adalah bantuan sembako untuk yang terkonfirmasi Covid-19. Bantuan biaya pemakaman, yang lain masih dikoordinasikan dengan pimpinan,” kata pria yang saat ini menjabat Plt Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sumenep itu.

Mantan Kepala Bidang (Kabid) Pemuda dan Olahraga Dinas Pariwisata Budaya Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Sumenep itu melanjutkan, program yang direncanakan untuk masyarakat yang terdampak Covid-19 tahun 2020 pernah dianggarkan lebih besar yakni Rp27 miliar.

Meski sudah diberlakukan PPKM, pihaknya tidak dapat berbuat banyak, termasuk bantuan Rp300 ribu dari kementerian.

“Saya masih menunggu edaran untuk yang dari pusat,” imbuh Iksan.

Dia memastikan, data yang bakal masuk nanti tidak boleh terakomodir di bantuan lain, baik yang bersumber dari dana daerah maupun pusat. Sehingga ketika teknis sudah ditetapkan, maka bantuan tersebut harus diproses tahapannya terlebih dahulu, tidak serta merta langsung direalisasikan.

“Jika ada rekomendasi kami harus menyeleksi atau melakukan verifikasi penerima nanti,” paparnya.

Sementara itu, Sekretaris Asosiasi Kepala Desa (AKD) Sumenep Abdul Hayat berharap adanya bantuan tersebut. Meski dengan adanya BLT DD emenurutnya masih belum bisa sepenuhnya membantu kebutuhan masyarakat terdampak.

“Ke desa belum ada informasi, kami sangat berharap, jika boleh jujur adanya upaya bantuan dari pemerintah masih dibutuhkan tahun ini, apalagi aktivitas dibatasi” harapnya. (ara/mam)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *