oleh

Penerapan PTM di Sampang Perlu Pengawasan Ketat

KABARMADURA.ID, Sampang – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sampang akan melakukan penerapan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas tahap 3 pada tanggal 1 Oktober.  PTM lanjutan itu bisa dilaksanakan atas dasar evaluasi bersama terkait pelaksanaan pembelajaraan sebelumnya.

“Hari ini sudah mulai membuka PTM tahap 2, dan Oktober ini akan menerapkan PTM tahap 3,” Ucap Nor Alam, Plt Kepala Disdik Sampang, Senin, (28/9/2020).

Ditambahkan, penerapan PTM tahap 2 tetap pada sekolah yang sudah ditetapkan pada uji coba sebelumnya, hanya saja untuk sekolah yang berada di Kecamatan zona orange akan dikurangi batas siswa yang boleh masuk, sehingga yang awalnya 50 persen menjadi 25 persen.

“Ada dua kecamatan yang boleh penerapkan uji coba 25 persen, yakni di Kecamatan Torjun dan Kecamatan Sampang,” paparnya.

Selain itu, dari 14 Kecamatan yang sudah menerapkan PTM tahap 2 akan dilanjutkan pada tahap 3. Sehingga nantinya berdasarkan protokol kesehatan sekolah yang ada di kecamatan akan dilakukan penambahan.

“Untuk yang menerapkan uji coba tahap dua tetap, tetapi nanti di tahap 3 untuk SMP akan menjalankan uji coba dengan memperketat protokol kesehatan,” imbuhnya.

Selain itu, untuk sistem pembelajaran tetap seperti sebelumnya yakni siswa harus bergantian, hal itu untuk menghindari kerumunan. Bahkan ia berharap, pihak sekolah melarang siswa yang berkerumun di depan sekolah atau saat menjalankan pembelajaran, agar keselamatan siswa terjamin.

“Untuk penerapan protokol kesehatan tetap akan dimaksimalkan, dan ini perlu dukungan dari masyarakat, guru, serta para tokoh, atau kepala sekolah,” tuturnya.

Sementara itu anggota Dewan Pendidikan (DP) Sampang Zainuddin menuturkan, penerapan PTM harus mendapat engawasan yang sangat serius. Selain harus sering cuci tangan, warga sekolah harus tetap memakai masker. Sebab, selama ini hasil pantauan dan laporan masyarakat masih banyak siswa yang jarang memakai masker.

“Disdik juga harus menekan dan memberi solusi agar penerapan protokol kesehatan dimaksimalkan, seperti memakai masker dan lain sebagainya, terpenting disdik harus tegas dan ketat dalam pengawasannya,” singkatnya. (mal/mam)

Komentar

News Feed