Penerapan Tempat Isolasi Terpusat Rentan Terhambat Kurangnya Kesadaran Warga

  • Whatsapp
(FOTO: KM/IMAM MAHDI) DIPUSATKAN: Tempat isolasi terpusat untuk wilayah kabupaten berada di gedung Islamic Center dan tersebar di masing-masing kecamatan.

KABARMADURA.ID, PAMEKASAN-Rencana penyiapan tempat isolasi terpusat (isoter) untuk pasien Covid-19, harus berhadapan dengan kurangnya kesadaran masyarakat. Pola yang rencananya diterapkan di setiap kecamatan tersebut, untuk pasien terinfeksi Covid-19 dengan gejala ringan maupun tanpa gejala.

Saat ini, instruksi pemerintah pusat tersebut sedang disenergikan oleh Pemerintah Kabupaten dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Pamekasan.

Bacaan Lainnya

Komandan Distrik Militer (Dandim) 0826 Pamekasan Letkol Inf Tejo Baskoro menjelaskan, selama menjalani isolasi, pasien akan dipantau secara terus menerus dan akan dipenuhi kebutuhan pokoknya serta obat-obatan.

Untuk menghindari penolakan dari pasien, pihaknya akan mengedepankan cara yang lebih manusiawi dan pendekatan persuasif.

“Kendalanya, warga masih tidak mau disiolasi. Harusnya dipaksa, tapi kita harus humanis, harus pendekatan persuasif,” ucap Letkol Tejo.

Dalam pelaksanaannya, masing-masing komando rayon militer (koramil) di kecamatan telah diinstruksikan untuk bersinergi dengan pemerintah di wilayahnya.

Menurutnya, pembentukan tempat isolasi terpusat merupakan salah satu hal penting yang perlu dilakukan di daerah, terutama di wilayah padat penduduk. Tanpa adanya tempat isolasi terpusat, kecepatan penularan Covid-19 di wilayah padat penduduk tersebut diyakini bisa terjadi semakin cepat dan masif.

Letkol Tejo mengungkapkan, saat ini telah beridiri tempat isolasi terpusat di semua kecamatan. Warga yang terinfeksi Covid-19 dari hasil pemeriksaan swab namun bergejala ringan, dianjurkan untuk mengisolasi diri secara terpusat di tempat yang disediakan.

“Diharapkan, warga yang isoman di rumah, agar tidak menularkan ke keluarganya dan tetangga,” ucapnya.

Jumlah tempat tidur yang disiapkan di masing-masing tempat isolasi terpusat bervariatif, tergantung kapasitas tempatnya. Jika tempat isolasi di masing-masing kecamatan tidak memadai, maka akan dialihkan ke tempat isolasi terpusat tingkat kabupaten, yaitu di gedung Islamic Center.

Sejumlah petugas dari unsur TNI, Polri dan tenaga kesehatan (nakes) akan melayani para pasien. Namun, jika kondisi pasien semakin memburuk, maka akan dilarikan ke rumah sakit rujukan pasien Covid-19. Selama menjalani isolasi, pasien akan dipantau secara terus menerus dan akan dipenuhi kebutuhan pokoknya serta obat-obatan.

Sedangkan Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumenep menyebut, isolasi mandiri (isoman) yang  harus terpusat (isoter), karena naiknya angka kematian pasien terinfeksi Covid-19.

Humas Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumenep Ferdiansyah Tetrajaya mengatakan, isoter di Sumenep disediakan di Rumah Isolasi Darurat Covid-19 (RIDC).

“Saat ini banyak anggapan orang melakukan isoman. Padahal, mereka tidak pernah melakukan swab polymerase chain reaction (PCR),” katanya, Selasa (3/8/2021).

Mengenai kebutuhan oksigen bagi pasien isoter, kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Sumenep itu menegaskan tidak ada rencana pengadaan konsentrator oksigen. Perangkat yang bisa memproduksi oksigen di rumah itu tidak diperlukan dengan alasan ditiadakannya anjuran isoman bagi warga yang terinfeksi Covid-19 tersebut.

Sebelumnya, lantaran mulai langkanya ketersediaan oksigen, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) membagikan ribuan konsetrator oksigen di beberapa provinsi di Pulau Jawa. Perangkat tersebut rencananya akan disalurkan ke rumah sakit rujukan pasien Covid-19.

“Konsentrator tersebut dimiliki oleh pabrik-pabrik, jadi kami tidak memiliki,” ujar dia.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan Khairul Umam meminta agar pemerintah daerah dan forkopimda memaksimalkan penggunaan tempat isolasi terpusat. Sebab menurutnya, instruksi itu sangat bermanfaat untuk menghindari penularan terhadap orang-orang sekitarnya.

“Jadi ini jangan hanya formalitas. Ayo bersama-sama arahkan dengan baik, agar warga yang positif mau isolasi untuk beberapa waktu saja,” pinta ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Pamekasan itu. (ali/imd/waw)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *