oleh

Penerima Bantuan KUBe Hanya 90 Kelompok

Kabarmadura.id/SAMPANG-Kuota penerima bantuan program kelompok usaha bersama (KUBe) dari pemerintah pusat hanya menyasar sebagian kelompok usaha. Program yang diharapkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat miskin itu, nyatanya belum merata, karena tahun ini hanya diterima 90 kelompok.

KUBe merupakan program Kementerian Sosial RI khususnya di Direktorat Jenderal Pemberdayaan Sosial dan Penanggulangan Kemiskinan yang bertujuan untuk memberdayakan kelompok masyarakat miskin dengan pemberian modal usaha melalui program Bantuan Langsung Pemberdayaan Sosial (BLPS) untuk mengelola Usaha Ekonomi Produktif (UEP).

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Sampang Moh. Amiruddin yang dikonfirmasi melalui Kepala Bidang (Kabid) Penanganan Fakir Miskin dan Kelembagaan  Nurul Hayati berujar, kuota penerima bantuan KUBe itu, sepenuhnya ditentukan oleh pemerintah pusat, sedangkan pemerintah daerah hanya sebatas menjalankan sesuai petunjuk teknis (juknis) yang ada.

“Kuota bantuan KUBe tahun ini sebanyak 90 kelompok yang tersebar diberbagai wilayah, untuk besaran bantuannaya, sepenuhnya pusat yang menentukan,” kelit Nurul Hayati.

Kewenangan Dinsos hanya sebatas membantu untuk memfasilitasi atau menjadi fasilitator penyaluran bantuan. Kata nurul, bantuan tersebut berasal dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN), sedangkan yang lebih tahu keadaan dan realisasi program itu, adalah para tenaga pendamping.

Nurul berharap, bantuan tersebut bisa benar-benar dimanfaatkan untuk kegiatan lebih baik bagi kelompok yang menjadi penerima, sehingga masing-masing kelompok penerima itu bisa berkembang sesuai dengan keinginan dan harapan bersama.

“Kami harap ini bantuan benar-benar bermanfaat, sehingga dapat mensejehterakan warga,” pungkasnya.

Sementara itu, Anggota Komisi IV DPRD Sampang Maniri meminta, Dinsos Sampang terus memberikan pengawalan, pendampingan dan pengawasan kepada penerima bantuan, dengan tujuan agar bantuan KUBe itu benar-benar tepat sasaran dan bermanfaat, jangan hanaya sebatas terealisasi, akan tetapi terus dipantau secara berkelanjutan.

“Kami tidak ingin, bantuan KUBe ini hanya sekedar tersalurkan, namun tetap dipantau dan melihat progresnya, sehingga bisa dievaluasi tingkat keberhasilan dalam mensejahterakan rakyat,” terang politisi PKB itu.

Sebab menurutnya, selama ini, penyaluran bantuan, khususnya dari pemerintah pusat, belum ada tindak lanjut yang jelas terkait keberhasilannya. Untuk itu, Maniri mendesak, dinsos harus mengevaluasi penyaluran bantuan itu, sehingga dampak adanya bantuan tersebut betul-betul dirasakan oleh penerima.

“Kami hanya berharap bantuan ini, bener-benar dapat meningkatkan kesejahteraan warga, dan keberhasilanya terukur,”harapnya. (sub/waw)

Komentar

News Feed