Penerima BSU di Bangkalan Terbatas, Nominal Menyusut

  • Whatsapp
(FOTO: KM/HELMI YAHYA) MENJELASKAN: Pimpinan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Wilayah Madura Bangkalan, saat memberikan keterangan di ruangannya.

KABARMADURA.ID, BANGKALAN – Bantuan subsidi upah (BSU) untuk para pekerja di Bangkalan terbatas. Sebab, untuk realisasinya hanya kepada pekerja yang terdaftar dan aktif menjadi peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) hingga juni 2021. Selain itu, upah pegawai tidak melebihi dari upah minimum kabupaten (UMK).

Sedangkan, peserta BPJS yang terdaftar dan kemungkinan memiliki peluang memperoleh bantuan itu, sebanyak 21.427 peserta. Namun, keputusan penerimaan tetap berada di Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Hal ini diungkapkan Kepala BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Madura di Bangkalan Vinca Meitasari, Kamis (5/8/2021).

Menurutnya, penyaluran BSU sebagai salah satu stimulus bantuan untuk para pekerja, akibat terdampak pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) yang ditetapkan oleh pemerintah. Bantuan tersebut, disalurkan melalui Bank Negara. Tetapi, juga diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan (Permenkeu) Nomor 16 Tahun 2020. Sehingga, penentuan penerimanya tetap diputuskan oleh Kemenkeu.

“Kami saja tidak mengajukan, para pekerja yang terdaftar sebagai peserta BPJS akan langsung diseleksi,” paparnya.

Meski demikian, tidak semua pekerja yang terdaftar bisa memperoleh bantuan tersebut. Sebab, jika hanya terdaftar secara mandiri tidak melalui perusahaan, kemungkinan besar tidak bisa terbaca. Sebab, hanya pekerja yang berada di bawah naungan perusahaan dan berada di sektor tertentu.

“Kami saja tidak tau, nanti siapa saja penerimanya, karena nanti peserta yang mendapatkan akan menerima pemberitahuan melalui pesan singkat di handphone. Kalau, tidak punya rekening bank nanti dibuatkan,” jelasnya.

Pihaknya menegaskan, penerima BSU tahun 2021 merupakan tahun kedua. Di tahun 2020 lalu nominal BSU Rp600 ribu setiap bulan dan diberikan selama 4 bulan. Sedangkan di tahun 2021, nominalnya Rp500 ribu selama 4 bulan. “Bedanya hanya nominal, pencairannya juga sama, yakni setiap 2 bulan,” tukasnya.

Salah satu pemilik rumah makan di Bangkalan Ahmad Zuhud mengaku, dirinya dan pegawainya juga sudah terdaftar BPJS Ketenagakerjaan. Tetapi tahun 2020 lalu, tidak memperoleh BSU. :Setau saya, pegawai saya juga terdaftar, tapi tidak ada yang menerima bantuan,” ungkapnya.

Dia berharap, agar diberikan penjelasan mengenai tidak tercovernya dalam program BSU. Seharusnya, pegawai di sektor produksi makanan menjadi salah satu prioritas. “Kami ingin dapat, jadi harusnya kami juga bisa menjadi prioritas. Masalahnya, bagaimana cara memperolehnya,” responnya. (hel/ito)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *