Penerimaan ADD Setiap Desa Menyusut 8 Persen

  • Whatsapp
(FOTO: KM/KHOYRUL UMAM SYARIF) ALOKASI: Refocusing anggaran menjadi penyebab utama dalam penyusutan pemerrolah ADD dari masing-masing desa.

KABARMADURA.ID, PAMEKASAN –  Alokasi Anggaran Dana Desa (ADD) di Kabupaten Pamekasan pada tahun 2021 mengalami penurunan sebesar 8 persen dari anggaran ADD tahun sebelumnya 2020. Penurunan tersebut, menuntut Pemerintah Desa (Pemdes) harus melakukan penyesuaian dalam penyusunan Anggaran Pembangunan dan Belanja Desa (APBDes).

Berdasar data dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Pamekasan, ADD tahun 2021 sebesar Rp87,744,411,100 mengalami penurunan dari tahun sebelumnya yang mencapai Rp95,651,232,500.

Bacaan Lainnya

Penurunan ADD tersebut, menurut Pelaksana Tugas (PLt) Kepala DPMD Pamekasan, Ach Faisol,  melalui Kasi Pembinaan dan Pengelolaan Keuangan Desa Farid Rahman, berdasar ketersediaan anggaran yang diperuntukan dan adanya refocusing untuk penanganan Covid-19 yang berdampak pada pengurangan sejumlah anggaran yang sumbernya dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2021

“Kalau dibandingkan dengan tahun 2020, untuk tahun 2021 mengalami penurunan, karena di masa wabah ini, ada refocusing anggaran kegiatan, penurunannya sekitar 8 persen, kalau dirata-ratakan untuk 178 desa itu mendapatkan sebesar Rp40 jutaan,”paparnya, Rabu (17/2/2021).

Dijelaskannya, untuk penetapan ADD dihitung dari adanya dana perimbangan dari pemerintah pusat, mulai dari Dana Alokasi Umum (DAU) dan dana alokasi khusu (DAK), dengan prosentasenya 10 persen, sehingga hasil dari tersebut diperuntukan untuk ADD kepada 178 desa yang tersebar di 13 kecamatan di kabupaten yang berjuluk Gerbang Salam.

“Penggunaan ADD, diperuntukan untuk siltap, pemberdayaan, dan infrastruktur, sesuai dengan petunjuk teknis dari penggunaan ADD,”tuturnya.

Farid juga menuturkan untuk pencairan dari ADD dilaksanakan per 3 bulan sekali, atas dasar pengajuan dari masing-masing desa, yang mengharuskan untuk setiap pencairannya, laporan pertanggung jawaban dari penggunaan ADD sebelumnya, untuk dijadikan persyaratan.

“Dasar Pencairan triwulan pertama di tahun 2021, adalah pencairan sebelum nya, triwulan kedua dasarnya realisasi dari triwulan pertama, seperti itu runtutnya sampai ditriwulan trakhir,”pungkasnya. (rul/bri).

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *