Pengabdian Babinsa Desa Bettet Pamekasan, Serda M Aliyurridha

  • Whatsapp
(FOTO: KM/ IST) Serda M Aliyurridha: Babinsa Desa Bettet Pamekasan

KABARMADURA.ID, Pamekasan – 19 tahun menjadi Babinsa membuat Serda Ali M Aliyurridha memiliki segudang pengalaman dalam membantu mendorong desa menjadi desa maju dan berdaya saing. Menjadi Babinsa baru di Desa Bettet jadi tantangan baru bagi Serda Ali

ALI WAFA, PAMEKASAN

Bacaan Lainnya

Sebagai abdi negara yang ditugaskan untuk mengabdi di wilayah pedesaan, Serda Ali mengangkat metode pengabdian berbasis gotong royong. Setelah sebelumnya, 19 tahun lamanya dia menjadi Babinsa di Desa Tattangoh Kecamatan Proppo, kini dia mengabdi di Desa Bettet.

Serda Ali berkeyakinan, masyarakat pedesaan yang memiliki kepedulian sosial lebih tinggi dibandingkan masyarakat di wilayah perkotaan sangat antusias dengan budaya gotong royong. Yaitu saling bergandeng tangan dalam membangun peradaban yang lebih baik.

Kepedulian masyarakat desa itu dimanfaatkan Serda Ali untuk mengajak warga Desa Bettet bersama-sama membangun ekonomi masyarakat Desa Bettet di sektor pertanian. Menurutnya, warga Desa Bettet yang sebagian besar bekerja di sektor agrarian memiliki potensi besar mengembangkan ekonomi masyarakat Desa Bettet.

Hal itu pernah dia lakukan sebelumnya di Desa Tattangoh Kecamatan Proppo. Dia sukses membangun sektor pertanian hingga berhasil melakukan kesepakatan MoU dengan kementerian desa untuk mengembangkan pertanian masyarakat Tattangoh.

Pengalalman tersebut dibawa oleh bapak dua anak itu ke Desa Bettet. Dia ikut mendampingi masyarakat Bettet bercocok tanam serta memberikan wawasan penting perihal pertanian kepada para petani di Desa Bettet.

Tidak hanya di sektor pertanian, sektor penumbuhan wirausaha baru Serda Ali juga terlibat aktif dalam membangun perekonomian masyarakat Bettet. Dirinya ikut andil mengembangkan badan usaha milik desa (BUMDes) Bettet agar ekonomi masyarakat berkembang.

Bahkan tidak tanggung-tanggung, Serda Ali turut menyumbangkan modal untuk keberlangsungan Bumdes di Desa Bettet Pamekasan. Hal itu dia lakukan agar Bumdes Bettet bisa lebih aktif berkarya dan mendorong masyarakat Bettet agar produktif.

Kemudian selain itu, dirinya juga ikut serta mengontrol setiap perjalanan proyek pembangunan di Desa Bettet. Harapannya, setiap program pembangunan fisik di Desa Bettet dapat berdampak positif danb betul-betul dirasakan oleh seluruh masyarakat Bettet.

Dirinya selalu mensosialisakan dan memberikan pengawasan serta wawasan agar supaya tidak terdapat kejanggalan dan penyimpangan pada setiap pembangunan fisik desa yang orientasinya tetap pada kesejahteraan masyarakat desa Bettet.

“Saya lakukan itu karena saya ingin desa yang saya bina menjadi desa yang maju dengan selalu aktif berkoordinasi dengna kepala desa setempat,” ujar pria kelahiran Pamekasan, 7 September 1974 itu.

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *