Ajak Warga Antisipasi Gelombang Lanjutan

  • Whatsapp
(FOTO: KM/HELMI YAHYA) MENERANGKAN: Kepala Dinas Kesehatan Bangkalan Sudiyo saat memberikan keterangan perihal bahaya gelombang Covid-19 keempat dan kelima.

KABARMADURA.ID, BANGKALAN-Dinas Kesehatan (Dinkes) Bangkalan tetap memasang kondisi siaga untuk mengantisipasi ancaman gelombang lanjutan kasus Covid-19. Kepala Dinas Kesehatan Bangkalan Sudiyo menyampaikan, bahwa masyarakat tidak boleh lengah meski pandemi Covid-19 sudah melewati gelombang ketiga.

“Gelombang ketiga ini masih diperkirakan belum menjadi pertanda Covid-19 belum berakhir,” ungkapnya.

Gelombang serangan Covid-19 keempat dan lima sudah mulai menyerang di luar negeri. Sehingga menurutnya, upaya pencegahan perlu dioptimalkan. “Kita memang sudah turun levelnya, tapi bukan berarti kewaspadaan kita juga ikut turun,” jelasnya.

Menurut Sudiyo, penanganan dan langkah pencegahan yang akan dilakukan oleh Dinkes cenderung sama. Hanya saja lebih difokuskan pada testing, tracing, dan treatment (3T), juga pada penerapan 5M yaitu mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas.

“Kalau 3T ini sukses, saya kira penyebaran lebih mudah kita tahan agar tidak terlalu meluas,” terangnya.

Selain itu, ia mengungkapkan, selama penanganan Covid-19, penggunaan baju hazmat juga dibatasi. Sehingga mempengaruhi jumlah kebutuhan pemakaian. Sebab, penyesuaian penggunaan juga melihat ketersediaan stok yang ada di Dinkes.

“Tidak semua penanganan kita pakai hazmat, karena memang kita usahakan untuk maksimal dengan peralatan yang seadanya,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua MUI Bangkalan KH Syarifuddin Damanhuri mengharapkan warga semakin sadar untuk menjaga kesehatan agar tidak terpapar Covid-19.  “Saya harap dengan pandemi yang sudah satu tahun lebih, warga sudah memahami cara bagaimana menjaga diri,” ulasnya.

Ia menuturkan, masyarakat semakin kuat jika bekerja sama dengan pemerintah dalam menangani Covid. “Sampai sejauh ini kan belum bisa menyatu, artinya masyarakat belum memahami betul apa yang diinginkan pemerintah. ” pungkasnya. (hel/maf)

Pengadaan Alkes Covid-19 tahun 2021 di Bangkalan

Anggaran belanja alkes Covid-19 tahun 2021:  1.961.900.000

Alkes paling banyak digunakan: tensimeter dan termometer

Total belanja masker: 14.830 box

Pengadaan baju hazmat Dinkes Bangkalan: 500 pcs

Bantuan baju hazmat dari Dinkes Jatim: 2000 pcs

Pengadaan swab test dan PCR Dinkes Bangkalan 4.675 tes

Bantuan Dinkes Jatim: 39.750 tes

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *