oleh

Pengadaan Alkes di Kabupaten Sumenep Belum Penuhi 30 Puskesmas

Kabarmadura.id/Sumenep-Anggaran khusus alat kesehatan (Alkes) senilai Rp2 miliar tidak cukup untuk penuhi kebutuhan di 30 Puskesmas, se-Kabupaten Sumenep. Salah satu alasannya, ketersediaan anggaran tidak mencukupi.

Sehingga, tidak semua kebutuhan di puskesmas terpenuhi. Hal ini diungkapkan, Kepala Bidang (Kabid) Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumenep, Moh. Nur Insan, Selasa (15/09/2020).

Menurutnya, dana yang bersumber dari dana alokasi khusus (DAK) diperuntukkan untuk alkes. Misalnya, untuk alat UGD puskesmas, kandungan, kedokteran gigi, Radiator, pengolah limbah dan alkes lainnya.

“Tidak semua puskesmas di Sumenep mendapatkan bantuan untuk alkes secara penuh karena  anggarannya tidak cukup,” katanya, Selasa (15/09/2020).

Dia mencontohkan, untuk Alkes pengolah limbah Rp750 juta setiap unit maka jika dibelikan satu persatu di 30 puskesmas dananya tidak cukup. Sebab nilainya sangat besar, bahkan ditambah Alkes lainnya.

“Tentu tidak cukup, kekurangan alkes di puskesmas pasti sudah terekam di pemerintah pusat dengan adanya aplikasi ASPAK. Dengan demikian anggaran itu turun walaupun masih belum terpenuhi semua,” ujarnya.

Dia memaparkan, puskesmas yang mendapatkan bantuan Alkes masing-masing, Puskesmas Bluto memperoleh alat laboratorium dan alat UGD. Kemudian, Puskesmas Peragaan memperoleh alat UGD, Puskesmas Manding, alat laboratorium dan UGD, dan Puskesmas Rubaru memperoleh UGD dan alat sterisator, penyeteril.

“Jika tidak cair semua di tahun 2020, maka tahun selanjutnya dapat dianggarkan kembali oleh pemerintah pusat,” paparnya.

Pengadaan alat tersebut dipihak ketigakan untuk pembelian barang  pengadaan dengan menerapkan sistem e-katalog. Alasannya, agar pengadaan tersebut bisa berjalan secara maksimal dan tidak ada penyelewengan anggaran.

 “Karena dengan e-katalog, harga pembelian produk dipatok pemerintah pusat,” jelasnya.

Ditegaskan, untuk bantuan tersebut sudah cair mulai akhir Agustus. Barang yang sudah diperoleh dilakukan pengawasan oleh Dinkes. Antisipasi dipergunakan dengan semestinya. “Pengawasan dinkes terus menerus dilakukan,” tukasnya.

Sementara itu, Kadinkes Sumenep,  Agus Mulyono mengatakan alkes saat ini sudah berjalan. Bahkan pengadaan barangnya sudah terwujud. Misalnya, antropometri kit yang saat ini sudah terwujud dan alat kesehatan lainnya.

Dijelaskan, alkes yang dimaksud diantaranya, abocath (jarum infus), infus set atau transet (selang infus), cairan infus, stetoskop, tensi (tensimeter), termometer pinset (jepitan), spuit (suntikan)Beberapa alat kesehatan yang nantinya akan meningkatkan pelayanan kesehatan dan gizi sanitasi kit.

“Saat ini banyak kebutuhan pasien yang membutuhkan alkes tersebut dan sudah didistribusikan,” tuturnya.

Dijelaskan, pengadaan alkes itu, saat ini dilakukan secara online melalui e-katalog. Sehingga segala bentuk kebutuhan alat-alat medis di setiap puskesmas atau di berbagai desa diperoleh melalui e-katalog tersebut.

Sebab, via online akan lebih cepat di dalam pengiriman alkes tersebut. “Saya berharap semua kebutuhan Masyarakat dapat terpenuhi,” tukasnya.

Sementara anggota Komisi IV DPRD Sumenep M. Syukri mengharapkan komunikasi antara Dinkes dan pemerintah pusat terus terjalin. Tujuannya, agar tidak ada kesalah pahaman ketika turunnya bantuan. Kemudian, pengadaan bantuan bisa dilakukan pengawasan secara ketat.

“Jangan sampai, komunikasi yang dijalin Dinkes dan pemerintah pusat hancur dengan adanya proses tidak transparan saat pengadaan alkes,” pungkasnya (imd/ito)

Komentar

News Feed