Pengadaan Ambulans di Dinkes Bangkalan Habiskan Setengah Miliar Lebih

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FAIN NADOFATUL M.) MEMADAI: Bupati Bangkalan Abdul Latif Amin Imron mengkroscek ambulans hasil pengadaan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2021.

KABARMADURA.ID | BANGKALAN -Ketersediaan ambulans di setiap puskesmas tidak ideal. Seharusnya satu puskesmas memiliki tiga kendaraan ambulans. Namun realitas di lapangan, masih ada puskesmas yang hanya memiliki satu ambulans. Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bangkalan Sudiyo, Selasa (30/11/2021).

Menurutnya, untuk tahun ini pengadaan kendaraan ambulans dianggarkan Rp728 juta melalui Dana Alokasi Khusus (DAK). Bahkan kendaraan tersebut paling lengkap dibandingkan dengan ambulans lama milik puskesmas. Saat ini, ambulans dilengkapi beberapa alat. Masing-masing, call center, monitor pengecekan keadaan pasien dan tabung gas oksigen serta alat darurat lainnya.

Bacaan Lainnya

“Untuk ambulans yang lama ini belum dilengkapi dengan alat tersebut. Jadi dengan kendaraan yang alatnya lengkap ini semoga bisa memberikan pelayanan optimal terhadap pasien,” ujarnya.

Nantinya, kendaraan tersebut disediakan di Kantor Dinkes selama 24 jam. Selain itu, juga akan disediakan petugas jaga, driver, dua perawat dan satu dokter konsultan. Bahkan mobil ambulans terkoneksi dengan sistem seluruh layanan kesehatan, seperti puskesmas, rumah sakit milik pemkab hingga rumah sakit swasta yang ada di daerah dengan slogan Kota Salak.

“Sistem ini terorganisir nanti dari puskesmas setempat jika membutuhkan ambulans lebih, ini siap diberangkatkan. Apalagi saat kondisi pasien darurat,” ucapnya.

Pihaknya menuturkan, kondisi ambulans hasil pengadaan tahun ini sudah memenuhi standar Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Sedangkan untuk kekurangan ambulans yang ada di puskesmas direncanakan untuk dilakukan penghapusan aset. “Nanti kami akan ajukan lagi yang memenuhi standar Kemenkes dan menambah jumlah di masing-masing puskesmas,” tuturnya.

Sementara itu Bupati Bangkalan Abdul Latif Amin Imron meminta masyarakat agar memanfaatkan ambulans seoptimal mungkin. Menurutnya, bantuan anggaran Kemenkes melalui DAK memang dikhususkan untuk semua masyarakat yang membutuhkan. “Tahun ini hanya satu, insyaallah tahun depan kami akan dapat bantuan lagi lima unit, guna melengkapi ketersediaan ambulans di Bangkalan agar lebih ideal,” responnya.

Sejauh ini, ketika masyarakat membutuhkan ambulans masih memfokuskan kendaraan kesehatan di masing-masing puskesmas. Sehingga belum ada rencana untuk melakukan pengadaan satu desa satu ambulans. “Kami perkuat dulu di unit-unit puskesmas yang ada dulu, nanti bisa merambah ke desa,” janjinya.

Reporter: Fain Nadofatul M.

Redaktur: Totok Iswanto

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *