Pengadaan Kontainer Tak Kunjung Terealisasi, DLH Sumenep Pasrah

  • Whatsapp
(FOTO: KM/DOK) TIDAK JELAS: Pengadaan kontainer seolah diperlambat. Sehingga, masyarakat resah karena bau busuk.

KABARMADURA.ID, SUMENEP -Pengadaan kontainer di Desa Tanah Merah, Kecamatan Saronggi, yang direncanakan tahun 2020 lalu, sampai saat ini belum terealisasi. Padahal, sebelumnya sudah mendapat desakan dari berbagai kalangan. Sebab, lokasi yang menjadi tempat pembuangan sampah itu semakin hari mengeluarkan bau busuk, bahkan keberadaan sampah semakin berserakan.

Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan Sampah, Limbah, serta Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) Dinas Lingkungan Hidup Sumenep Agus Salam kembali beralasan, dirinya masih menunggu Camat Saronggi serta Kepala Desa Tana Merah. Sehingga, tidak bisa berbuat banyak terkait penanganan sampah di Desa Tanah Merah.

Bacaan Lainnya

“Masih belum, menunggu pihak kepala desa dan camat,” katanya, Selasa, (16/2/2021).

Menurutnya, koordinasi lanjutan dengan Camat Saronggi dirasa tidak perlu. Sebab, tahun sebelumnya sudah dilakukan. Sehingga pihaknya memasrahkan sepenuhnya kepada kecamatan maupun desa.

“Intinya kami sudah menyediakan kontainer perkara cepat tidaknya pengadaan, ada pada pihak kepala desa dan Camat Saronggi,” paparnya.

Camat Saronggi Moh. Hanafi mengatakan, dirinya berdalih menunggu kepala desa untuk melakukan pengadaan kontainer. Hingga saat ini belum ada kejelasan.

“Jika kepala desa mengamini, maka kontainer cepat terbangun,” ucap pria yang akrab disapa Hanafi itu.

Diketahui, Sampah saat ini masih bertebaran dan bau busuk. Sebab, masyarakat membuang sampah sembarangan. Padahal, sudah diberikan tulisan larangan buang sampah. Tetapi, masyarakat masih tetap mokong. Keberadaan sampah semakin menumpuk karena bukan hanya warga Saronggi yang membuang sampah.

Kepala Desa Tanah Merah Wawan mengatakan, sudah menggarap dengan membuat landasan. Dia beralasan, tidak cepat membuat landasan disebabkan banyaknya aktivitas di desanya.

“kami akui, sangat lama membuat landasan. Sehingga berdampak pada pengadaan kontainer,” singkatnya. (imd/mam)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *