Pengadaan Lumbung Pangan Terbatas,  DKPP Sumenep Anggarkan 2 Desa

  • Whatsapp

KABARMADURA.ID, SUMENEP -Bantuan lumbung pangan untuk kelompok tani tidak merata. Bahkan hanya segelintir yang tercatat mendapat bantuan dari Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Sumenep itu. Kondisi itu membuat dinas terkait tidak bisa berbuat mengingat anggaran pembangunan lumbung terbatas.

Kepala Bidang (Kabid) Ketersediaan dan Kerawanan Pangan DKPP Sumenep Yan Yan Heryana mengatakan, dari 334 desa hanya 2 desa yang mendapatkan bantuan lumbung pangan. Dua desa tersebut yakni Desa Gading, dan Desa Giring Kecamatan Manding. Sementara anggarannya Rp 2,3 miliar.

Bacaan Lainnya

“Jika semua desa dilakukan bantuan butuh Rp165 miliar,” katanya, Selasa (16/2/2021).

Bantuan tersebut, lanjut Yan Yan, sapaan akrabnya, akan diberikan pada kelompok tani yang nantinya untuk pengembangan penyediaan cadangan pangan. Setelah diberikan bantuan akan dilakukan pembinaan baik dari penanaman dan pembinaan lainnya.

“Kekurangan anggaran menjadi kendala bagi kami,” ujarnya.

Dia berharap, dengan bantuan lumbung pangan, diharapkan dapat berdampak pada tercukupinya kebutuhan pangan anggota kelompok sepanjang waktu.

“Komunikasi terus kami lakukan dengan masyarakat,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Badan Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Rudi Yulianto melalui Kepala Seksi (Kasi) Pengelolaan Anggaran Ach. Gazali Putra mengatakan, tidak semua kebutuhan di masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD) disetujui semua. Misalnya, di Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Sumenep, yang saat ini mengeluhkan anggaran tidak akan pernah cukup. Sebab, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2021 terbatas.

“Tahun ini APBD 2021 dianggarkan hanya 2,1 triliun, untuk semua (OPD) masing-masing berbeda, ada 30 miliar tiap OPD,  jadi  tidak mungkin jika satu OPD hingga ratusan miliar,” pungkasnya. (imd/mam))

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *