Pengadaan Mesin PT. Garam Sampang dari Spanyol Janggal

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FATHOR RAHMAN) MACET: Spek mesin pencuci garam senilai Rp5 miliar milik PT. Garam Sampang tidak bisa digunakan.

KABARMADURA.ID, SAMPANG -Pengadaan mesin pencuci garam tahun 2019 lalu milik PT. Garam senilai Rp5 miliar janggal. Sebab, selama dua tahun keberadaan mesin tersebut dua kali rusak. Yakni, awal tahun 2020 dan Juli 2021. Akibatnya, PT. Garam tidak melakukan produksi dan packaging garam konsumsi.  Padahal, mesin baru tersebut didatangkan dalam kondisi baru dari Spanyol. Pihak ketiga yang melakukan pengadaan adalah PT. Bharata Indonesia.

Sumber dana pengadaan, merupakan suntikan dari pemerintah pusat pada tahun 2018. Namun, PT. Garam mendatangkan mesin tahun 2019. Mesin dengan jenis mechanical washing mampu memproduksi garam konsumsi 10 ton per jam. Hanya saja, pengadaannya terindikasi janggal. Sebab, kerusakannya sangat tidak wajar. Hal ini diungkapkan Ketua Matras Jatim Syaiful Anam, Minggu (25/7/2021).

Bacaan Lainnya

“Setiap tahun rusak, padahal kondisinya baru. Kami meragukan spesifikasinya jika terlalu sering rusak. Bahkan, kami khawatir pengadaan ini bermasalah. Dalam pengadaannya, tentu jelas kapasitas mesin yang akan dibeli. Jadi, jika mesin di bawah spek yang ditentukan, dipaksakan dengan target produksi yang ada, maka akan mempercepat kerusakan,” ujarnya.

Pihaknya berjanji, akan melakukan kajian soal pengadaan mesin. Terutama, mengenai spesifikasi mesin dan kemampuannya. Bahkan, pembelian mesin menggunakan anggaran Negara. Sehingga, tidak boleh ada pelanggaran dalam proses pengadaannya. Sebab, akan berdampak pada kerugian negara. “Kerusakan setiap tahun, untuk mesin baru tidak wajar. Apalagi bukan mesin murah. Ini perlu ada penjelasan secara teknis dari PT. Garam,” ucapnya.

Menurutnya, kerusakan mesin akan menjadi bahan evaluasi. Terutama, mengenai jalur pengadaan yang benaratau salah. Sebab, tidak berproduksinya mesin berpengaruh pada target PT. Garam. Sehingga, perlu dilakukan kajian khusus penyebab kerusakan. “Pada kerusakan pertama, PT. Garam mengakui kerusakan akibat kondisi panas pada mesin. Nah, sekarang apalagi penyebabnya,” paparnya.

Plan Manager Gudang Camplong Anang Siswanto membantah adanya kerusakan. Dia mengaku, tidak beroperasi lantaran mesin dalam masa perawatan. Disinggung mengenai pemberhentian pekerja sementara, dia mengaku akibat status pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). Sehingga, sebagian masyarakat diminta untuk istirahat.  “Tidak rusak mas. Tapi memang waktunya perawatan,” responnya. (man/ito)

Anggaran Pengadaan Mesin Pencuci Garam

  • Rp5 miliar
  • Sumber dana pemerintah pusat tahun 2018
  • Dibelanjakan tahun 2019 dari Spanyol

Indikasi Mesin Tidak Sesuai Spek

  • Tahun 2020 rusak
  • Juli 2021 rusak
  • Selama dua tahun mengalami kerusakan dua kali

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *