Pengadaan Portal Parkir Pasar di Disperindag Sumenep Gagal

  • Whatsapp
(FOTO: KM/IMAM MAHDI) BERBENAH: Gagalnya pengadaan portal parkir di Pasar Anom Sumenep

KABARMADURA.ID, SUMENEP –Wacana pengadaan portal parkir di Pasar Anom gagal direalisasikan. Kendati sudah mendapat desakan dari dewan, namun Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumenep tidak memasukkan pada anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) 2021.

Kepala Disperindag Sumenep Agus Dwi Saputra mengakui, rencana pengadaan portal parkir saat ini gagal. Hal itu dikarenakan adanya sejumlah program yang lebih diprioritaskan, seperti pembangunan pasar maupun revitalisasi pasar.

Bacaan Lainnya

“Portal parkir di Sumenep memang gagal,” ujarnya.

Dikatakannya, karena pengadaan portal gagal direalisasikan. Maka untuk mengantisipasi adanya kebocoran di pintu masuk pasar, sehingga pihaknya akan memperketat penjagaan di tempat parkir, terutama pintu masuk.

“Meski gagal akan kami usahakan di tahun berikutnya,” ucapnya.

Salim Kumar salah satu pengunjung pasar Anom mengaku sangat kecewa saat masuk ke pasar. Sebab, penarikan masih dipungut dua kali. “Pada waktu masuk pasar dipungut Rp1000, dan pada waktu mau memarkir motor Rp2000,” ujarnya.

Dia mengeluhkan, jika dalam setiap harinya demikian, maka diprediksikan kebocoran. Sebab, dalam setiap harinya mencapai ratusan pengunjung yang mengendarai roda 2 maupun roda empat.

“Jika demikian, maka banyak dana yang masuk kantong pribadi,” tandasnya.

Dia menyayangkan, jika pemkab terus demikian, dan tidak ada tindak lanjut. Maka, masyarakat akan dirugikan. Sementara, pendapatan asli daerah (PAD) tidak akan pernah optimal.

“Kalau masyarakat awam pasti mengikuti. Jika ada penarikan pasti bayar. Maka, dampaknya juga ada pihak yang dirugikan,” ucapnya.

Sebelumnya, Anggota Komisi II DPRD Sumenep Juhari terus mewanti-wanti pengadaan portal parkir utamanya di Pasar Anom. Sebab, penggunaan sistem manual tidak begitu efektif. “Dari dulu kami ingatkan pada OPD,” ucapnya.

Menurutnya, sebisa mungkin harus ada satu pintu penagihan. Yakni, dengan sistem portal parkir. Ketika ingin masuk pasar tinggal pencet tombol. Maka, keluar kertas dengan tarif harga parkir. Seperti di RSUD Sumenep melakukan satu pintu sehingga, kebocoran terjadi. “Ini harus segera dilakukan. Masak pasar Anom yang megah itu harus kocar-kacir,” pungkasnya. (imd/mam)

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *