Pengadilan di Tengah Pandemi Covid-19; PN Sidang Daring, PA Menunda Persidangan

  • Whatsapp
Pengadilan di Tengah Pandemi Covid-19; PN Sidang Daring, PA Menunda Persidangan

Kabarmadura.id/Bangkalan-Pandemi Covid-19 tidak membuat Pengadilan Negeri (PN) Bangkalan menghentikan persidangan. Namun, mereka mengubah persidangan dari yang asalnya di ruang sidang, dilaksanakan melalui aplikasi Zoom.

Ketua PN Bangkalan Maskur Hidayat menyampaikan, proses sidang tetap berlanjut namun proses persidangan dilakukan secara jarak jauh.

“Jika sebelumnya jaksa serta saksi  serta terdakwa bersatu dalam ruang sidang, namun sekarang berbeda. Kami gunakan aplikasi zoom untuk proses persidangan,” ungkapnya, Senin (30/3/2020).

Menurutnya, persidangan jarak jauh tersebut dilakukan untuk memutus rantai penularan Covid-19. Pihaknya mengaku sudah mendapatkan izin dari Mahkamah Agung untuk melakukan persidangan jarak jauh atau menggunakan aplikasi zoom.

Tidak hanya itu, untuk kesiagaan agar terhindar dari Covid-19, dilakukan penyemprotan disinfektan di seluruh area PN Bangkalan. Apel pagi juga dilaksanakan agak siang karena ada kewajiban berjemur untuk semua pegawai. Juga, disediakan hand sanitizer dan masker.

“Untuk petugas yang berhubungan langsung dengan masyarakat, kami sediakan sarung tangan serta masker,” imbuhnya.

Untuk proses persidangan kami tidak hanya menggunakan satu aplikasi saja sebab jika menggunakan satu aplikasi  saja khawatir takut ada gangguan dan.lain sebagainya jadi.kami menggukan dua.aplikasi supaya terhindar dari gangguan ,”kami gunakan dua aplikasi diantaranya aplikasi zoom untuk terhindar dari gangguan eror kalau masalah lemot saya rasa tidak mungkin sebab disini ruang lingkup kota dan sinyal tetap kuat,” tuturnya

Ditempat yang berbeda, Kepala Pengadilan Agama(PA) Bangkalan Farhanudin menyampaikan, proses persidangan di PA tetap berlanjut sebagaimana biasanya. Namun, untuk persidangan kemarin ditunda hingga 13 April.

“Kami melihat kondisi dan situasi perkembangan Covid-19. Jika virus tersebut semakin tidak terkendali, maka proses persidangan  belum bisa dipastikan,” ujarnya.

Pihaknya menambahkan, pelayanan untuk pengajuan tetap berlanjut sebagaimana biasa. Namun, pihaknya mengaku memiliki protokol agar virus tersebut tidak menular.

“Di gerbang depan pengadilan, diawasi satpam. Jadi, sebelum masuk ke dalam pengadilan, masyarakat langsung mencuci tangan satu persatu untuk mengambil nomer antrian. Jika yang satu sudah selesai maka nmor berikutnya masuk sehingga tidak menimbulkan kerumunan massa,” imbuhnya . (Sae/pai)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *