oleh

Pengajuan Anggaran Rp2 M Bawaslu Sumenep untuk Beli APD Tidak Dipenuhi

Kabarmadura.id/SUMENEP-Ajuan anggaran dari Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sumenep senilai Rp2 miliar ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep tidak dipenuhi. Pasalnya, setelah dirasionalisasi bersama Pemkab Sumenep, anggaran yang ada dinilai sudah memadai.

Kendati demikian, Ketua Bawaslu Sumenep Moh.Noris menerima hal itu dan  menganggap anggaran yang ada dapat mencukupi, termasuk untuk pembelian alat pelindung diri (APD) di masa wabah Covid-19.

“Anggaran yang ada Rp25 miliar sudah dirasa cukup dengan memotong kegiatan yang sekiranya tidak begitu penting,” katanya, Selasa (30/6/2020).

Sebelunya, pengajuan anggaran tambahan tersebut akan dialokasikan untuk alat kelengkapan protokol kesehatan Covid-19 pada pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) yang akan digelar pada 9 Desember 2020 mendatang.

Terkait teknis pengawasan di tengah wabah Covid-19, kata Noris, secara umum sama dengan saat kebiasaan normal, hanya membatasi cara berinterakasi langsung dengan masyarakat, dengan pengawas lain dan penyelenggara.

“Pengawasan tetap berjalan. Tapi mungkin yang biasanya bersalaman jadi tidak bersalaman, wajib pakai masker, hand sanitizer  dan lain-lain,” paparnya.

Sebelumnya, Kordinator Divisi Hukum Data dan Informasi Bawaslu Sumenep Imam Syafi ‘i mengutarakan, setelah pelaksanaan pilkada ditetapkan tetap berlangsung pada masa wabah Covid-19, pengajuan tambahan anggaran itu rencananya untuk pengadaan APD bagi seluruh jajaran Bawaslu sampai ke tingkat tempat pemungutan suara (TPS).

Sementara itu, Sementara itu, Sekretaris Kabupaten (Sekdakab) Sumenep Edy Rasiadi mengatakan, anggaran pelaksanaan Pilkada 2020 sudah disediakan, termasuk untuk Bawaslu melalui penandatangan naskah perjanjian hibah daerah (NPHD).

“Kalaupun ada penambahan anggaran, sementara kami belum bisa, ya semoga di kemudian hari ada anggaran bisa ditambahkan pada Bawaslu,” pungkasnya. (imd/waw)

 

Komentar

News Feed