Pengajuan Kampung Berseri Bangkalan di Tahun 2022 Terbatas

  • Whatsapp
(FOTO: KM/HELMI YAHYA) HARUS INOVATIF: Setiap kelurahan dan desa di Bangkalan harus kreatif untuk memperoleh program kampung berseri dari Pemprov Jatim.

KABARMADURA.ID, BANGKALAN –Tidak semua kelurahan dan desa bisa diajukan sebagai kampung berseri. Sebab, usulan di tahun 2022 terbatas. Yakni, hanya ada dua lokasi yang bisa diajukan untuk memperoleh program tersebut. Hal ini diungkapkan Kasi Pengembangan Fasilitas Teknis Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bangkalan Tricahya Agustinus, Rabu (4/8/2021).

Menurutnya, pembatasan pengajuan lantaran program ditentukan langsung oleh Pemerintah Provinsi jawa Timur (Pemprov Jatim). Bahkan, penentuan kelurahan atau desa juga tidak asal pilih. Terpenting, ketersediaan peran serta masyarakat. Yakni, mengacu pada penataan ruang terbuka hijau, luasan penghijauan di daerah tidak minim.

“Termasuk juga kebersihan dan penataan lingkungan. Misalnya pemanfaatan barang bekas menjadi kerajinan vas bunga dan lainnya. Sehingga, mengarah pada keindahan,” ujarnya.

Selain itu, penataan jalan atau gang dengan hiasan tanaman juga menjadi indikator kampung berseri. Bisa melalui proses daur ulang atau bisa menggunakan lubang biopori. Sehingga, tidak semua sampah yang dihasilkan dibawa ke tempat pembuangan akhir (TPA). ”Pemanfaatan barang bekas atau sampah rumah tangga juga menjadi penilaian,” ucapnya.

Pihaknya menegaskan, untuk usulan tahun 2022 mendatang disiapkan empat desa. Masing-masing, Kelurahan Tanjung, Pangeranan, Bancaran dan Desa Pakong. Hanya saja, belum bisa dipastikan daerah mana yang akan diajukan. Sedangkan mengenai anggaran, bersumber dari masyarakat dan kelurahan atau desa.

”Karena persiapannya butuh waktu lama, paling tidak hampir setahunan. Nanti yang akan dipilih yakni kelurahan atau desa yang siap. Semoga nanti bisa diterima semua, agar kampung berseri di Bangkalan tambah banyak,” tegasnya.

Salah satu masyarakat Desa Banyuajuh Moh Ikhtirom berharap, ada pengarahan dari pemerintah daerah untuk pembentukan kampung berseri. Sebab, sejak tahun 2020 lalu sudah merencanakan melakukan tambahan taman dan fasilitas hiburan untuk warga. Sehingga diharapkan, bisa mendapatkan penghargaan tersebut.

”Agar bisa masuk kategori untuk diusulkan menjadi kampung berseri. Kalau memang secara terbuka, kami juga ingin diarahkan,” responnya.  (hel/ito)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *