oleh

Pengajuan Peralihan Terminal Sampang Minta Dievaluasi

KABARMADURA.ID, Sampang – Dinas Perhubungan (Dishub) Sampang berencana melakukan perpindahan terminal Trunojoyo yang berada di jalan Tengku Umar ke Desa Aeng Sareh Kecamatan Sampang. Namun, rencana perpindahan tersebut saat diajukan ke Gubernur Jawa Timur (Jatim) harus dievaluasi, terkait strategis lokasi dan trayeknya.

Kasi Angkutan dan Keselamatan Jalan Dishub Sampang M. Arif Maulana menuturkan, sebelumnya dirinya melakukan pengajuan permohonan relokasi perpindahan terminal baru ke Gubernur Jatim, namun dapat jawaban surat pengajuannya harus dievaluasi terkait lokasi lahannya, sehingga perlu dilakukan analisa ulang.

Sehingga pada tahun 2021 direncanakan ada revie studi kelayakan, termasuk rencana induk lalu lintas jaringan angkutan jalannya atau yang disebut trayek. Dan itu sebagai dasar permohonan ulang kepada provinsi, karena provinsi juga masih mempertimbangkan soal kesiapan dan kelayakan akses jalur selatan tersebut.

“Kita diminta untuk mengevaluasi, sebab ketika terminal itu dipindah, adakah angkutan yang ke lokasi terminal baru ini, dan kita memang tidak bikin rencana induknya itu,” ungkapnya, Rabu (11/11/2020)

Ditambah, karena rencana yang diajukan tersebut merupakan rencana tahap awal. Bahkan untuk pembebasan lahan dirinya memprediksi untuk tahun 2021, setelah menunggu studi kelayakan berdasarkan persetujuan tim dari bappeda dan pemerintah provinsi.

Adapun lahan yang dibutuhkan untuk minimal baru ini seluas tiga hektar, Namun, untuk kebutuhan anggaran pembebasan ia tidak bisa menyebutkan karena masih menunggu hasil juru taksir harga tanah.

“Kalau pihak provinsi tidak setuju dengan hasil kajian percuma, jadi ketika sudah ada perencanaan tinggal menyiapkan dokumen yang dibutuhkan, dokumen yang pas untuk terminan dan studi kelayakan dan disetujui baru kita anggarkan,”

Kendati demikian, dasar yang menjadi acuan untuk dilakukan perpindahan, karena ketidak layakan terminal yang ada diperkotaan tersebut. Ketidak layaknya itu karena terminal lama ini berada di tengah kota, selain itu akses jalan bus atau angkutan yang lewat terlalu sempit.

“Itu ada di tengah kota dan kondisi sangat ramai serta jalan sempit, sedangkan yang melewati itu bukan hanya bus mini, tetapi bus besar jurusan antar provinsi,” pungkasnya. (mal/mam)

Komentar

News Feed