oleh

Pengakuan Dugaan Penimbunan BPNT Terus Bermunculan

Kabarmadura.id/Sumenep-Realisasi bantuan pangan nontunai (BPNT) terus menimbulkan kecurigaan dari beberapa kalangan, termasuk dugaan penimbunan beras oleh pihak pendamping Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep.

KH (inisial) selaku pihak yang bertanggung jawab e-Warung di salah satu desa di Kecamatan Pragaan menuturkan, dirinya diminta untuk mengambil beras yang sudah disediakan oleh TKSK yang kualitas tidak bagus.

Dia mengaku tidak hanya sendiri saat dipanggil ke rumah oknum TKSK tersebut. Pendamping tersebut merupakan orang yang sama dengan video yang sempat beredar, yang menyebutkan orang miskin tidak layak mengkonsumsi beras bagus.

“Kami dipanggil ke rumahnya Pak Joko, kami diperlihatkan bahwa berasnya sudah ada. Kami sempat tidak enak, karena dia itu kan mendamping kami,” tuturnya, kemarin.

Menanggapi hal tersebut, Joko selaku TKSK Kecamatan Pragaan menyampaikan bahwa dirinya tidak menampung beras yang akan direalisasikan untuk BPNT. Karena beras tersebut sumbernya tidak hanya di Madura saja.

Sehingga menurutnya, ketika kapasitas angkutan sudah tidak memadai, maka sementara waktu beras yang jumlahnya banyak tersebut, ditampung terlebih dahulu di sekitar rumahnya.

“Beras tersebut kan dari truk disalin ke pick  up, nah ketika pick up sudah tidak menjemput lagi maka untuk sementara waktu diletakkan di gudang di dekat rumah, karena beras tersebut ada yang didatangkan dari luar Madura, termasuk Jawa,” ungkapnya.

Sementara untuk kualitas beras, dirinya mengaku tidak ada paksaan bagi masyarakat yang menerima bantuan untuk melakukan transaksi, artinya masyarakat bisa membatalkan transaksi tersebut. (ara/waw)

Komentar

News Feed