oleh

Pengalaman Keras H. Didik Suharto, dari Seorang Kernet Jadi Ketua PGRI Sumenep

KABARMADURA.ID  – Mengenali sosok H. Didik Suharto, sudah barang tentu tidak mudah diringkas dalam tulisan singkat. Kenyangnya pengalaman yang dimiliki, membuat ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Sumenep ini semakin nampak berkarakter.

IMAM MAHDI, SUMENEP

Meski berstatus pegawai negeri sipil (PNS), pria kelahiran Sumenep, 9 November 1963 ini juga memiliki pengalaman keras dalam hidupnya. Sebelum diangkat jadi PNS pada tahun1983, dia sempat setahun jadi kernet dan sopir kendaraan umum, tepatnya pada tahun 1982-1983.

Dia keliling Sumenep hingga Pamekasan. Sebab menurutnya, pekerjaan yang mulia adalah pekerjaan yang tidak mencuri.

Baginya, kesuksesan sesorang tidak terlepas dari bekerja keras, membangun kejujuran dan moralitas tinggi, kegigihan belajar, rendah hati, hormat kepada kedua orang tua serta sesama, guru dan orang yang berjasa dalam kehidupan.

Hampir semua guru serta pegawai organisasi perangkat daerah (OPD) Pemkab Sumenep akrab dengannya. Maklum, kini dia sedang bertugas di Dinas Pendidikan (Disdik) Sumenep sebagai pengawas sekolah.

Didik muda adalah anak yang tekun bekerja dan senang membantu orang tuanya. Serta hobi olahraga dan membaca.Meski demikian dia tidak melupakan pentingnya pendidikan.

“Kami terus berusaha hingga menjadi orang yang lebih baik,” pungkasnya. (waw)

SDN Saronggi tahun 1975

SMPN 1 Sumenep tahun 1979

SPG Sumenep tahun 1982

S1 KTP Unira Pamekasan tahun 1990

S2 Administrasi Publik Unipra Surabaya tahun 2011

KARIR GURU

Guru SD di Kecamatan. Saronggi tahun 1983-2005

Guru bantu di SMPN 2 Saronggi tahun 2000-2006

Kepala SDN Tanjung Saronggi tahun 2005-2011

Pengawas Sekolah di Disdik Sumenep tahun 2011-sekarang

Komentar

News Feed