Pengalihan PI Memasuki Tahap Kesepakatan, Bupati Berharap Hasilnya Maksimal

  • Bagikan
(FOTO: KM/FA'IN NADOFATUL M.) Bupati Bangkalan Abdul Latif

KABARMADURA.ID, BANGKLAN – Proses pengalihan participant interest (PI)  memasuki tahap kesepakatan. Diharapkan, proses pengalihan ke Petronas Jatim Utama (PJU) dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (K3S) bisa maksimal. Yakni, disepakati dengan nominal keuntungan 10 persen. Hal ini diungkapkan Bupati Bangkalan Abdul Latif Amin Imron, Rabu (21/7/2021).

Menurutnya, untuk mendapatkan PI harus melalui beberapa tahapan. Pertama, pembentukan PJU, kesepakatan PJU dengan K3S untuk membentuk BUMD berdasarkan rekomendasi Gubernur Jatim. Kemudian, gubernur membentuk Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan berkirim surat ke Satuan Kerja Khusus (SKK) Migas menunjukkan adanya pembentukan BUMD.

Memasuki tahap keempat Kepala SKK Migas akan berkirim surat ke K3S untuk menunjukkan adanya BUMD yang akan menerima PI. Selanjutnya, K3S akan melakukan penawaran terhadap BUMD yang sudah ditunjuk oleh gubernur. Tahap ke enam, adanya kesepakatan atau minat dari BUMD melalui PJU mengenai penawaran yang diberikan oleh K3S.

Usai kesepakatan atau minat penawaran itu, tahap selanjutnya BUMD akan melakukan uji tuntas atau due diligence atas data-data penawaran yang dikirim oleh K3S. Tahap ke delapan, BUMD harus mengirim surat kembali kesanggupan untuk mengelola PI tersebut. Setelah itu, pada tahap sembilan proses pengalihan PI yakni bisnis to bisnis.

“Saat ini, masih memasuki tahap ke enam. Kami berharap, kesepakatan yang diambil oleh PJU dan K3S bisa maksimal sebesar 10 persen. Dimana K3S akan menghitung perekonomian BUMD daerah sejauh mana. Lalu tahapan terakhir yang mesti dilalui adalah pemberian PI dari K3S ke BUMD melalui persetujuan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Pihaknya, menuturkan K3S yakni PT. Pertamina Hulu Energi (PHE) memiliki saham pengelolaan migas sebesar 80 persen, PT. Kadeco memiliki saham 10 persen dan PT Mandiri Madura Barat sebesar 10 persen.

Baca juga  Berdalih Covid-19, Dishub Biarkan Parkir Liar

Sementara itu, Kepala Perwakilan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Jabanusa Nurwahidi mengatakan, pengalihan PI 10 persen terus berlanjut. Prosesnya pada tanggal 27 Maret 2021 surat penawaran PI sudah dikirim dari Pertamina ke BUMD atau PJU.

“PJU sudah membalas tanggal 30 Maret lalu yang  menyatakan dalam suratnya bahwa minat. Tapi saat ini, kami juga belum bisa update kabar terakhirnya. Nanti saya coba cek dulu,” responnya saat dihubungi via seluler.

Mengenai berapa penawaran yang telah diberikan sebagai pemegang saham tertinggi, Nurwahyudi enggan membeberkannya. Menurutnya, penawaran yang diberikan ke BUMD harus ada kesepakatan dari ketiga perusahaan yang bergerak dibidang migas tersebut. “Kami belum tahu pembahasan detail antara PJU dengan Pertamina. Karena terkait bisnis to bisnis,” tukasnya. (ina/ito)

Tahapan Mendapatkan PI

  • Pembentukan PJU
  • Kesepakatan PJU dengan K3S untuk membentuk BUMD berdasarkan rekomendasi Gubernur Jatim
  • Gubernur membentuk BUMD dan berkirim surat ke Satuan Kerja Khusus (SKK) Migas menunjukkan adanya pembentukan BUMD
  • Kepala SKK Migas akan berkirim surat ke K3S untuk menunjukkan adanya BUMD yang akan menerima PI
  • K3S akan melakukan penawaran terhadap BUMD yang sudah ditunjuk oleh gubernur
  • Adanya kesepakatan atau minat dari BUMD melalui PJU mengenai penawaran yang diberikan oleh K3S
  • Usai kesepakatan atau minat penawaran itu, BUMD akan melakukan uji tuntas atau due diligence atas data-data penawaran yang dikirim oleh K3S.
  • BUMD harus mengirim surat kembali kesanggupan untuk mengelola PI.
  • Proses pengalihan PI yakni bisnis to bisnis
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan