oleh

Pengaman Proyek, Awal Mula Terjadinya Pemerasan

KABARMADURA.ID, SAMPANG – Kejelasan kasus dugaan pemerasan yang dilakukan dua oknum anggota lembaga swadaya masyarakat (LSM), AH dan RS (Inisial) mulai terungkap.   Dari hasil penyidikan yang dilakukan kepolisian, awal terjadi pemerasan lantaran pengaman sejumlah pekerjaan proyek.

Informasi terbaru, pelaku pemerasan AH dan RS bertransaksi dengan kontraktor untuk pengamanan pekerjaan proyek. Pelaku ditangkap, saat bertemu kontraktor atas nama Hasbi yang tengah membawa uang sebesar Rp19. 400.000.

Sedangkan, temuan anggota LSM Badan Pemantau Penyelenggara Pemerintahan Republik Indonesia (BP3RI), ada lima proyek. Beberapa proyek kelompok masyarakat (pokmas) dengan anggaran per paket Rp300 juta. AH dan RS menilai kualitas pekerjaan proyek  asal-asalan dan sudah rusak.

“Yang saya tahu, dua anggota LSM itu menemukan pekerjaan proyek kualitasnya tidak sesuai ketentuan. Sehingga, pelaku menemui Hasbi dan berkomunikasi,” ungkap salah satu sumber yang menolak namanya dikorankan, Kamis (25/2/2021).

Menurutnya, salah satu paket proyek berbentuk pelengsengan di Desa Gulbung, Kec. Pangarengan.  Diduga, banyak penyimpangan dalam pelaksanaan pekerjaan. Akibatnya, dua LSM bertransaksi dan ditangkap polisi.

Pihaknya menyayangkan, sikap pelapor yang terkesan menjebak. Jika memang tidak ada pelanggaran dan pekerjaannya sesuai ketentuan, mestinya tidak merespon dua anggota LSM. Namun kenyataannya, kontraktor berusaha membayar uang meski dengan alasan sudah melapor ke polisi.

Sementara itu, Kontraktor Pokmas, Hasbi enggan memberikan keterangan. Menurutnya, keterangannya cukup di kepolisian. “Begini pak. Keterangan saya sudah ada di polisi. Untuk sementara belum bisa berkomentar,” responnya singkat.

Kasatreskrim Polres Sampang, AKP Riki Donaire Piliang saat dikonfirmasi berjanji, pelaksanaan proyek yang menjadi dasar pemerasan akan diperiksa.Menurutnya, kasus itu layak dikembangkan. Sehingga, mulai dari unsur pelaksana hingga jenis proyek nantinya akan menjadi sasaran pemeriksaan.

“Siapa pelaksana proyek dan jenis proyeknya, akan diperiksa. Itu nanti pengembangan kasusnya, pasti kami lakukan,” janjinya.

Untuk diketahui, sebelumnya dua oknum anggota LSM ditangkap saat melakukan transaksi uang. Mereka  AH dan RS (Inisial). Keduanya digelandang ke Mapolres setelah ditangkap di Jalan Makboel, Kelurahan Polagan, Sampang. (man/ito)

 

 

Komentar

News Feed