oleh

Pengamanan Pilkades Juruan Laok Naik 12 Kali Lipat

Kabarmadura.id/Sumenep-Pilkades Juruan Laok yang sempat gagal terlaksana karena mengalami ricuh pada pelaksanaan sebelumnya, akan digelar kembali pada 14  November mendatang. Pelaksanaan tersebut akan digelar secara serentak bersamaan dengan pelaksanaan pilkades di wilayah kepulauan Sumenep.

Sebagaimana disampaikan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyaraat dan  Desa (DPMD) Kabupaten Sumenep Moh Ramli, mengingat pengalaman sebelumnya, kan terdapat peningkatan jumlah pengamanan dari sebelumnya.

“Jumlah pengamanan akan dipertebal, sementara untuk kepanitiaan tetap panitia semula,” jelas Ramli, Senin (11/11/2019).

Dalam pilkades ulang tersebut, kepanitiaan tidak berubah dari pelaksanaan sebelumnya. Moh. Ramli juga menegaskan, tempat pemungutan suara serta teknis pemungutannya seperti  perencanaan awal dari pihak panitia.

“Tempatnya sama seperti yang telah direncanakan oleh panitia sebelumnya, termasuk hal lainnya sama,”  imbuh Ramli.

Berdasar penjelasan Ramli,  setelah pihak DPMD berkordinasi dengan Polres Sumenep, jumlah pengamanan yang diterjunkan pada pelaksanaan Pilkades Juruan Laok akan berlipat 380 personel.

Jumlah tersebut, menjadi 12 kali lipat  dari sebelumnya. Sebab, pada pelaksanaan sebelumnya, hanya diamankan 30 personel.

Personel pengamanan tersebut, gabungan dari Polri, TNI dan Satpol PP.  Dari pihak Polri akan diterjunkan sebanyak 230 personel, dari TNI sebanyak 110 personel dan dari Satpol PP sebanyak 50 personel.

Aparat keamanan itu yang diturunkan tersebut, akan  mengamankan pelaksanaan Pilkades Juruan Laok yang diikuti oleh  lima calon dengan jumlah pemilih sebanyak 3.800 jiwa. Dengan jumlah pasukan pengamanan  tersebut,  satu personel akan berperan mengamankan 10 warga.

“Kami berharap proses pemilihan di Desa Juruan Laok berjalan lancar tidak hanya pada saat pemilihan namun seterusnya  siapa pun yang terpilih bisa  menjalankan pemerintahan desa dengan baik,” ungkap Rusdiyono, salah satu  warga asal Batang-batang, yang bertetangga dengan  Juruan  Laok. (bri/waw)

 

 

Komentar

News Feed