Pengamat: 3 Perempuan Berpeluang Mudah Raup Dukungan di Pilkada Pamekasan 2024

Pemilu, News, Politik147 views

KABAR MADURA | Baru-baru ini muncul 7 figur perempuan yang dinilai layak maju menjadi calon bupati dan wakil bupati Pamekasan. Namun, dari sekian nama tersebut, tiga di antaranya paling berpeluang mudah meraup dukungan. Mereka adalah Nurul Widiastuti, Nayla Hasanah Baddrut Tamam, dan Yuni Lailatul Fitriyah.

Menurut Analis Kebijakan Publik sekaligus Dosen Universitas Madura (Unira) Nur Fathin Luaylik, ketiganya memiliki pengalaman dalam dunia birokrasi dan pengetahuan yang mumpuni. Nurul pernah menjabat sebagai Plt. sekretaris daerah (sekda) Pamekasan, dan Nayla pernah menjadi ketua TP PKK Pamekasan. Sedangkan Yuni selaku istri mantan Wakil Bupati Pamekasan Raja’e, yang juga lama berkecimpung di dunia aktivis.

“Peran perempuan dalam pengambilan kebijakan menentukan arah Pamekasan sangat diperlukan, karena sejauh ini masih belum ada satu pun calon perempuan yang bisa ikut dalam kontestasi Pilkada Pamekasan,” ujarnya, Kamis (18/4/2024).

Baca Juga:  DLH Pamekasan Berikan Sanksi Administrasi Terhadap Pengusaha Tahu 

Jebolan Pascasarjana Program Studi Kebijakan Publik Universitas Airlangga (Unair) Surabaya itu menjelaskan, Pemilihan Kepala Daerah atau Pilkada 2024 ini merupakan momentum baik untuk kaum perempuan ambil peran, supaya dalam pengambilan kebijakan strategisnya bisa lebih komprehensif.

“Memang sudah saatnya perempuan menjadi pemimpin di Pamekasan, supaya ada kebijakan yang berbeda yang dihasilkan,” tegasnya.

Sementara Akademisi IAIN Madura Moh. Zuhdi mengutarakan, pola komunikasi politik perlu menjadi perhatian serius bagi perempuan yang ingin mencalonkan diri sebagai pemimpin Pamekasan, termasuk dengan ketua partai politik atau parpol yang bisa memberikan rekomendasi untuk menjadi peserta pilkada.

Baca Juga:  Pemkab Pamekasan Rencanakan Kenaikan BPHTB 

Selain itu, kata dosen Komunikasi dan Penyiaran Islam itu, calon perempuan juga harus pintar menarik dukungan dari berbagai elemen masyarakat.

“Jadi calon kepala daerah dari perempuan harus memiliki landasan semangat yang kuat, bagaimana mampu meyakinkan partai koalisi, fokus pada kebijakan strategis apa saja yang akan ditawarkan kepada masyarakat dari semua aspek pembangunan yang diinginkan,” paparnya.

Sekadar diketahui, selain tiga figur tersebut, sebelumnya juga muncul nama Ketua Muslimat NU Pamekasan Nyai Hj. Mafrudah, Ketua Fatayat NU Pamekasan Nyai Siti Mailah, Ketua Aisyiyah Pamekasan Mutmainnah, Ketua Forum Kerukunan Wanita Umat Beragama (FKWUB) Pamekasan Maghfiroh.

Pewarta: Khoyrul Umam Syarif

Redaktur: Sule Sulaiman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *