Pengamat Politik: Kekuatan Merah Sumenep Realistis Dilawan Koalisi Hijau

News, Politik45 views

KABAR MADURA | Prediksi koalisi semangka, yakni antara Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), diprediksi pengamat olitik Sumenep, Wildan Rosaili, berpotensi kembali terjadi pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Sumenep 2024.

Tetapi jika benar terjadi, menurut Wildan, maka langkah politik PKB semakin rendah. Pria asal Kecamatan Batang-Batang itu menilai, jika koalisi semangka itu terjadi, berarti yang dikejar hanya orientasi peluang kemenangan kekuasaan, bukan mewarnai dinamika politik dan pemerintahan dengan ideologinya PKB.

Meski diakui, PDI Perjuangan memang menjadi pemenang pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 lalu, tetapi kemenangan itu bukan bukan lantas kemenangan mutlak pada kontes Pilkada Sumenep yang akan berlangsung pada November mendatang.

“Karena PKB punya peluang besar, sementara yang lain itu tidak percaya diri seolah olah tidak bisa meruntuhkan yang merah,” kata dia kepada Kabar Madura.

Sebab, yang diyakini selama ini, imbuh Wildan, parameter yang tampak adalah kekuatan sentral king maker, yakni berupa finansial atau modal politik. Sementara jika serius, PKB pasti punya modal itu.

Baca Juga:  Berbekal Kedekatan, Ketua DPD PAN Sumenep Daftar Cawabup ke PDI Perjuangan

Apalagi bergandeng dengan partai lain, seperti Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan partai-partai lain, tinggal menggandeng dengan tokoh-tokoh yang siap secara modal, maka dia meyakini PKB akan kembali menjadi pemenangnya.

Apalagi, kader PKB sendiri, secara elektabilitas, yakni seperti Kiai Unais Ali Hisyam dan Abu Hasan, yang mendaftar ke PKB sebagai calon bupati (cabup), salah satu itu masih sebanding dengan Achmad Fauzi Wongsojudo sebagai cabup dari PDI Perjuangan.

“Ya sebanding secara elektoral coba di survei elektoral incumbent itu Pak Achmad Fauzi Wongsojudo, misalnya Kiai Unais Ali Hisyam yang dikehendaki PKB, kalau disurvei, saya yakin hampir sama survei dengan Kiai Unais, bahkan lebih tinggi hasilnya nanti,” imbuhnya.

Baca Juga:  Parpol Kompak Gunakan Akhir Masa Pendaftaran

Kuncinya, dia melanjutkan, tinggal memodifikasi kekuatan dengan mencari wakil yang yang kuat, terutama secara finansial, atau juga mencari elektoral yang tinggi, menurutnya mempunyai kategori itu ada di PPP Sumenep.

Tentunya, lanjut Wildan, juga membutuhkan dukungan beberapa partai lain, tetapi kuncinya adalah PKB koalisi dengan PPP, bukan koalisi semangka tetapi koalisi hijau, sebab menurutnya, koalisi hijau daripada koalisi semangka itu lebih bernutrisi.

Apalagi kultur masyarakat Sumenep itu didominasi partai hijau bukan merah, artinya beberapa langkah sudah mempunyai kekuatan yang mendasar pada masyarakat.

“Coba kemarin koalisi hijau, dan para tokoh satu haluan, pasti menang. Sebab, pada pilkada kemarin itu, kan kemenangan tidak mutlak,” paparnya.

Sehingga dirinya menghendaki PKB sebaiknya bertarung dengan kekuatan merah. Jika berani, maka itu bisa mewarnai keindahan politik di Sumenep.

Pewarta: Moh. Razin

Redaktur: Wawan A. Husna

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *