oleh

Pengamat Sebut Bank Jatim-BPKAD Sampang Permainkan Jasa Giro

KABARMADURA.ID, Sampang -Sikap Bank Jawa Timur (Bank Jatim) yang tidak membuka besaran persentase jasa giro, dinilai pantas dicurigai oleh Pembina Pusat Kajian Transparansi Anggaran Indonesia (Puskatra Indonesia), Syamsudin.

Syamsudin menduga, perbankan dan pihak pemerintah main-main soal hasil jasa giro dari kas daerah (kasda) APBD Sampang tahun 2020. Sebab, data yang disembunyikan merupakan hak konsumsi publik. Dan, hasil jasa giro harus ditambahkan ke kasda dengan transparansi yang dilakukan perbankan.

Jasa giro, jelas Syamsudin, tidak semestinya dirahasiakan. Sebab uang yang disimpan adalah milik negara, bukan milik oknum pemerintah. Sehingga, tidak dibenarkan adanya alasan kerahasiaan perbankan.

“Yang disimpan itu uang negara. Hasilnya untuk negara. Kenapa harus dirahasiakan. Saya curiga ada yang mau main-main dengan uang negara ini,” katanya.

Dia mencurigai ada kerja sama di balik meja antara oknum Bank Jatim dengan oknum pimpinan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD). Sebab lembaga tersebut sebagai tumpuan pencairan keuangan di internal pemerintah daerah.

Sebeb menurutnya, sisa kasda setiap bulan, lengkap dengan hasil jasa giro, diketahui BPKAD. Sehingga dinilai tidak wajar jika kedua pihak kompak merahasiakan. Apalagi, pihak perbankan berdalih kerahasiaan internal lembaga.

“Kami akan mengawal masalah ini. Sebab jasa giro yang dihasilkan dari kasda fantastis. Kami tidak mau uang itu jatuh ke kantong pribadi. Karena itu adalah uang negara,” tegas Syamsudin.

Mantan anggota Komisi II DPRD Sampang itu mengaku, selama ini tidak ada transparansi soal jasa giro kasda. Perbankan melaporkan secara utuh. Tidak jelas berapa persentase jasa giro dari nilai saldo. Sehingga, semua pihak, termasuk DPRD Sampang tidak bisa menghitung.

“Ini bukan rahasia umum lagi. Selama ini Bank Jatim hanya melaporkan besaran jasa giro ke DPRD. Tapi transparan soal persentase tidak jelas,” ungkapnya.

Padahal semestinya, lanjut Syamsudin, persentase dilaporkan, termasuk rekening koran keluar masuknya anggaran setiap bulan. Sehingga, saldo setiap bulan jelas. Maka akan diketahui berapa jasa giro yang bertambah ke kas daerah.

“Selama ini hanya dilaporkan dalam setahun memperoleh sekian. Dan kita tidak tahu apakah dana itu sudah sesuai ketentuan jasa giro atau tidak. Meskipun besaran jasa giro setiap perbankan berbeda,” terangnya.

Catatan Kabar Madura, APBD Sampang tahun 2020, selama ini masih tersimpan di Bank Jatim. Anggaran banyak terserap dan berdampak pada hasil jasa giro. Memasuki triwulan keempat, dana refocusing dan dana rasionalisasi belum terserap keseluruhan.

Sebelumnya, Pimpinan Bank Jatim Cabang Sampang, M. Arif Firdausi belum terbuka soal persentase jasa giro. Dia tetap berpendapat sama, bahwa tidak bisa menyebutkan data itu. Alasannya demi kerahasiaan bank.

“Kami tetap tidak bisa memberitahukan itu. Karena bukan kewenangan kami,” ucapnya singkat.

Sementara itu, Kepala BPKAD Sampang Saryono juga enggan memberikan keterangan. Saat didatangi ke tempat kerjanya justru menolak dikonfirmasi. Bahkan dihubungi melalui nomor ponselnya tidak ada tanggapan. (km54/waw)

 

Komentar

News Feed