oleh

Penganut Syiah Jalani Rapid Test sebelum Dibaiat Menuju Sunni di Sampang

KABARMADURA.ID, Sampang -Jelang prosesi baiat ratusan penganut aliran Syiah ke Sunni, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Sampang menurunkan petugasnya untuk melakukan rapit test. Tujuannya, sebagai upaya meminimalisir sebaran wabah Covid-19.

Rapid test untuk Ali Mutadho alias Tajul Muluk bersama pengikutnya itu, menyusul rencana untuk pulang kampung dan kembali tinggal di Sampang. 287 orang penganut Syiah itu rencananya akan dibaiat menuju Sunni pada 5 November 2020 di Sampang. Rencana baiat dilaksanakan di Aula Pendopo Trunojoyo Bupati Sampang.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinkes Sampang Agus Mulyadi menuturkan, petugasnya yang diturunkan akan dibantu oleh dokter kepolisian dari Kepolisian Resor (Polres) Sampang. Terdapat enam petugas kesehatan dari Dinkes yang diturunkan, semuanya petugas analis laboratorium. Penganut Syiah yang akan diperiksa sebanyak 287 orang.

“Sudah kami turunkan petugas kesehatan ke pengungsian di Rusun Puspa Agro, Jemundo, Sidoarjo untuk merapit test penganut Syiah yang akan dibaiat besok ini,” ungkapnya, Rabu (4/11/2020).

Lantaran rapit test tersebut langsung diketahui hasilnya, sehingga jika ada yang reaktif, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan panitia pelaksana kegiatan baiat untuk dilakukan penanganan lebih lanjut. Tetapi, sejauh ini Agus belum mengatahui hasil tesnya.

“Jadi, ketika nanti ada yang reaktif Covid-19 sudah ranahnya panitia, mau ikut baiat atau tidak,” jelas Agus.

Tidak hanya itu, dalam prosesi pembaiatan penganut Syiah untuk kembali ke ajaran Sunni tersebut, akan disaksikan oleh 55 kiai dari dua kampung di Desa Omben dan Karang Penang. Kemudian disaksikan 40 ulama dan kiai se-Madura. Selain itu disaksikan oleh Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sampang.

Sehingga dia berharap dukungan dan do’anya kepada masyarakat agar pelaksanaan pembaitan berjalan lancar dan sukses.

“Pembaitan ini nanti disaksikan oleh 95 ulama se-Madura,” ucap humas Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sampang, Faisol Ramdani.

Sebagaimana diketahui, 8 tahun lalu atau tahun 2012 lalu, warga asal Kecamatan Omben dan Karang Penang ini harus mengungsi dari desanya. Sempat beberapa bulan menempati GOR Sampang, namun mereka kembali diusir dan harus tinggal di rumah susun di Sidoarjo hingga saat ini. (mal/waw)

 

Komentar

News Feed