Pengasuh Ponpes dan Masyarakat Luruk Mapolres Sampang, Tuntut Ketegasan Penegak Hukum

  • Whatsapp
(FOTO: KM/JAMALUDDIN) LURUK: Sejumlah kiai dan masyarakat yang berasal dari lingkungan Ponpes Batu-Batu Indah, Prajjan, Camplong mendatangi Mapolres Sampang.

Kabarmadura.id/Sampang-Sejumlah ulama dan kiai Pondok Pesantren (Ponpes) Batu-Batu Indah, Desa Prajjan, Kecamatan Camplong, mendatangi Markas Kepolisian Resor (Mapolres) Sampang. Kedatangan tersebut untuk ketegasan penegak hukum untuk menuntaskan beberapa kasus kriminal yang terjadi di lingkungan Ponpes dan Desa Prajan sejak 15 hari terakhir.

Berdasarkan data yang dihimpun Kabar Madura, sebelumnya terdapat dua kasus criminal berupa pencurian kendaraan bermotor (curanmor) dan handphone milik salah satu kiai di Ponpes Batu-Batu Indah.

Bacaan Lainnya

Yusuf, salah satu dari perwakilan rombongan para ulama dan kiai, mengatakan, sebelumnya pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan Kepolisian Sektor (Polsek) Camplong. Hasil dari koordinasi itu, pihak kepolisian mengaku sudah mengamankan orang yang diketahui penadah barang curian tersebut.

Namun, pihaknya tetap meminta kepada jajaran Polres Sampang untuk menuntaskan kasus curanmor. Sebab, pelaku curanmor masih belum diamankan. Hal itu dilakukan, karena kejadian curanmor ini sangat diresahkan oleh warga setempat.

“Kami meminta Polres Sampang supaya mengusut dan menangkap pelaku pencurian sepeda motor yang terjadi di pondok,” ungkapnya, Kamis (6/8/2020).

Menanggapi hal itu, Wakil Kepala (Waka) Polres Sampang Kompol Mukhamad Lutfi mengaku, penanganan kasus pencurian sepeda motor yang dituntut kiai sedang dalam penyelidikan.

“Tersangka belum tertangkap. Kami upayakan melaksanakan penyelidikan lebih tajam lagi. Namun, kejadian di area pondok ditangani Polsek Camplong,” ungkapnya.

Dia mengaku, masih perlu mengumpulkan beberapa bukti lag,  karena bila bukti nantinya sudah mengarah kepada pelaku penangkapan akan segera dilakukan meski dengan cara paksa.

Selain itu dia menuturkan, aksi pencurian ini terindikasi dilakukan oleh lebih dari satu orang. Hanya untuk kepastiannya, pihaknya meminta seluruh elemen masyarakat untuk sabar menunggu proses penyelidikan lebih lanjut.

“Penadah kendaraan motor telah kami amankan. Ini (aksi pencurian, red) lebih dari satu orang, dan kami akan terus lakukan penyelidikan,” pungkasnya. (mal/pin)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *