Pengawas Bolos, Kemenag Sumenep Ancam Sanksi Tegas

  • Whatsapp
(FOTO: KM/MOH RAZIN) LALAI: Kinerja pengawas Kemenag Sumenep dinilai sama dengan ASN pada umumnya.

KABARMADURA.ID, SUMENEP –Kinerja pengawas madrasah yang bertugas di kepulauan mulai disoal oleh anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumenep. Sebab,  sedikitnya ada 85 pengawas di bawah binaan Kementerian Agama (Kemenag) Sumenep yang dinilai lalai menjalankan tugas sebagai pengawas.

Anggota Komisi IV DPRD Sumenep M Syukri mengatakan, sebagai warga kepulauan tentu sangat paham pola kerja pejabat dan aparatur sipil negara (ASN) yang bertugas di kepulauan. Termasuk, pengawas madrasah. Untuk itu, ia meminta agar  Kemenag Sumenep harus turun tangan.

Bacaan Lainnya

”Artinya, tidak hanya nama saja yang tercantum di kepulauan. Harus jelas kerja langsung dan tidak langsung,” katanya, Senin (6/9/2021).

Menurut Syukri, sebenarnya persoalan demikian itu persoalan klise. Tidak pernah selesai-selesai. Sebab, jika pejabat atau pengawas kemenag yang bertugas di kepulauan. Lalu, mereka itu domisilinya di darat. Hal itu berpotensi untuk bolos sangatlah besar.

”Itu sudah rahasia umum, maka mestinya setiap bulan harus di kepulauan,” ujarnya.

Sehingga dia menyayangkan, sikap kemenag yang terkesan kurang tegas. Jangan hanya menunggu laporan, tetapi harus dikontrol dan juga diberi sanksi tegas.

Sebelumnya, Kepala Kemenag Sumenep M. Juhedi mengatakan, sesuai Peraturan Menteri Agama Nomor 2 tahun 2012 tentang Pengawas Madrasah dan Pengawas Pendidikan Agama Islam. Itu sangat jelas, di antaranya melakukan penyusunan program pengawasan di bidang akademik dan managerial.

”Sejauh ini kebetulan berjalan aman-aman saja,” kata dia.

Diakuinya, sejauh belum ada laporan dari masyarakat tentang pengawas madrasah yang membolos, tidak berdinas. Terutama pengawas yang ada di kepulauan. ”Saya belum terima laporan itu,” sebutnya.

Namun, apabila nantinya ada pengawas yang demikian, pihaknya tidak akan segan-segan untuk memberikan tindakan tegas. Sebab, ketika pengawas itu ditugaskan di kepulauan tentu wajib dijalani.

”Pokoknya jangan sampai mengabaikan tugas. Kalau bertugas di kepulauan, ya bertugas di kepulauan,” tandasnya. (ara/mam)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *