Pengawasan Lalai, Polair Polres Bangkalan Beralasan Minim Petugas

  • Whatsapp
(FOTO: KM/HELMI YAHYA) SEPI: Beberapa nelayan saat berada di dekat laut Kampung Bandaran, kelurahan Pangeranan, Bangkalan, kemarin.

KABARMADURA.ID, BANGKALAN – Kejadian perkelahian nelayan antar daerah di Bangkalan terus bergulir, daerah yang menjadi tanggung jawab Kepolisian Perairan (Polair) Bangkalan tersebut seolah terbuka lebar tanpa pengawasan.

Hal tersebut disampaikan oleh sejumlah nelayan di area Arosbaya dan sekitarnya, kondisi laut Arosbaya seolah menjadi bebas hukum, lantaran sudah sering terjadi pelanggaran penggunaan trawl, tapi tak kunjung ditanggapi serius oleh petugas keamanan.

Ketua kelompok masyarakat pengawas (Pokmaswas) nelayan Arosbaya Bilal Kurniawan menyampaikan, wilayah laut Bangkalan di areanya sudah sering terjadi pertikaian antara nelayan lokal dan luar daerah. Bahkan sudah pernah dibawa ke Pengadilan tapi pengawasan tetap saja minim.

”Wilayah laut kami ini seolah tidak ada batasan, mereka dibiarkan merusak lingkungan, sedang kami diminta tidak melanggar,” jelasnya.

Menurut Bilal, kinerja pengawasan Satpolair Polres Bamgkalan seolah tidak ada gerakan. Sebab, sebelumnya nelayan setempat pernah menangkap nelayan pengguna trawl, tapi mereka juga tidak tahu. Kemudian yang baru terjadi, petugas malah baru tau saat ada laporan dari nelayan.

”Mereka jarang mengawasi sampai ke sini, padahal sudah jelas dan diketahui titik rawannya di mana,” ulasnya.

Kepala Dinas Perikanan Bangkalan Muhammad Zaini juga menyesalkan adanya kejadian tersebut. Apalagi hingga menimbulkan korban, pihaknya mengaku juga kaget dan prihatin, sebab urusan nelayan mencari ikan atau nafkah sudah ada bagian dan batasnya masing-masing.

”Saya juga kaget dan menyesali, padahal batasannya sudah jelas, dan harusnya juga diawasi,” katanya.

Zaini menyebutkan, akan mengkoordinasikan masalah tersebut dengan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur. Sehingga diharapkan dapat membantu penyelesaian masalah tersebut, meskipun penelusuran masih terus dikembangkan oleh petugas.

”Kami akan koordinasikan juga dengan petugas, agar pengawasan ditambah atau diperketat,” tuturnya.

Sedangkan Satpolair Polres Bangkalan AKP Ludwi menyangkal, jika pihaknya jarang melakukan operasi pemantauan tersebut. Menurutnya pemantauan petugas dilakukan setiap hari secara bergantian.

”Kami sudah melakukan patroli pengawasan secara rutin, tapi memang kejadian itu lepas dari pengawasan kami,” bebernya.

Ludwi menambahkan, pada saat kejadian di hari Minggu tersebut, petugas memang sedang ada agenda lain. Sehingga tidak dalam pantauan petugas. Selain itu, jumlah personil juga menjadi tantangan sehingga terbatas dalam membagi waktu.

”Personil kita terbatas, disana juga ada poskamladu sebenarnya, cuma nanti akan kami tambah personilnya,” pungkasnya. (km59/mam)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *