oleh

Pengeboran di Sumber Rubaruh Terganjal Penolakan Warga

KABARMADURA.ID, SAMPANG – Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) Trunojoyo Sampang, gagal melakukan mediasi dengan warga Kampung Rubaruh, Kelurahan Banyuanyar. Warga tetap bersikukuh menolak adanya pengeboran di Sumber Rubaruh 3.

Informasi yang dirangkum Kabar Madura, beberapa mediasi yang dilakukan PDAM belum berhasil. Termasuk, upaya pimpinan baru juga gagal. Padahal, mediasi juga sering dilakukan sejak tahun lalu.

Program pengeboran itu, sudah mulai dilakukan sejak tahun lalu. Hanya saja, mendapat penolakan dari warga setempat. Dengan alasan, akan mengurangi debit air sumur bor yang dimiliki warga. Sehingga, pengeboran gagal dilakukan.

Pengeboran itu dianggarkan Rp200 juta. Dengan perencanaan pengeboran berskala besar. Diprediksi, jika pengeboran terealisasi kekuatan debit air  tinggi. Bahkan, bisa mengalirkan air ke ribuan warga sekitar.

Salah satu warga di sekitar pengeboran mengungkapkan, pengeboran yang akan dilakukan PDAM dinilai merugikan warga. Sehingga warga menolak adanya pengeboran, meski beberapa mediasi sudah dilakukan oleh PDAM.

“Apalagi direktur yang sekarang. Sepertinya tidak mengerti kebutuhan masyarakat. Khususnya warga di sekitar pengeboran,” ucap warga yang menolak namanya dikorankan, Selasa (2/3/2021).

Menurutnya, selama ini PDAM tidak bersikap kooperatif. Sebab menolak persyaratan yang diajukan warga. Salah satunya, jika terjadi sumur milik warga kering maka PDAM harus bertanggung jawab. Sehingga ada jaminan, jika kekurangan air harus ada yang bertanggung jawab.

“Selama PDAM belum siap melakukan perjanjian, maka pengeboran tidak terlaksana. Karena warga akan menjadi korban. Kami bukan butuh janji, tapi butuh sikap kooperatif dan bertanggung jawab,” tegasnya.

Untuk diketahui, di sekitar lokasi rencana pengeboran Rubaruh 3, PDAM sudah berhasil menjalankan dua pengeboran. Yakni, pengeboran sumber Rubaruh 1 dan Rubaruh 2. Namun, adanya dua pengeboran itu, debit air sumur warga berkurang. Sehingga, warga setempat menolak adanya pengeboran ketiga.

Terpisah, Direktur PDAM Trunojoyo, Dani Darmawan optimis jika cara pendekatan yang dilakukan kepada warga ada hasil. Sementara, untuk mediasi yang gagal dianggap cara yang salah dan perlu diperbaiki.

“Saya yakin ada cara yang bisa berhasil. Saat ini, kami masih ingin mencari cara terbaik. Kami akan kembali berembuk dengan warga. Duduk bersama membahas soal pengeboran. Sehingga jika pengeboran lancar untuk kepentingan bersama,” responnya. (man/ito)

 

Komentar

News Feed