Pengelolaan Anggaran di Bangkalan Tidak Efisien

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FATHOR RAHMAN) MENURUN: Turunnya sejumlah dana dari pemerintah pusat ke Kabupaten Bangkalan akibat lemahnya efisiensi pengelolaan anggaran.

KABARMADURA.ID, SAMPANG – Terjadinya penurunan kinerja di Kabupaten Sampang diduga akibat kurangnya keseriusan pemerintah. Sehingga terjadi defisit yang cukup besar. Kondisi itu diakibatkan, lantaran pengelolaan yang tidak efisien. Hal ini diungkapkan oleh Ketua Matras Jatim Syaiful kepada Kabar Madura, Senin (27/9/2021).

Menurutnya, penyebab defisit bukan semata adanya refocusing anggaran. Namun, pengelolaan anggaran dari berbagai sektor tidak jelas. “Terjadinya defisit itu akibat melesetnya pengelolaan dari realisasi. Sehingga, penggunaan yang tidak efektif membuat kekurangan pada anggaran,” ujarnya.

Dia menuturkan, sejumlah kabupaten lain kondisinya sama. Yakni, juga dilakukan refocusing. Namun rata-rata, pemotongan anggaran tidak terjadi hingga tiga kali. Akan tetapi, di daerah yang identik dengan slogan Kota Bahari  terjadi refocusing hingga tiga kali. Pada refocusing ketiga, untuk menutupi kekurangan anggaran.

Terbukti pemerintah mengalami defisit mencapai Rp256 miliar. Termasuk turunnya pendapatan asli daerah (PAD) sebesar 20 persen. Akibatnya, banyak program dikorbankan dan tidak terealisasi. “Secara kasat mata, mungkin di Sampang banyak mendapatkan prestasi. Namun, disisi lain banyak kekurangan dalam pengelolaan anggaran,” tuturnya.

Tidak hanya itu, beberapa program yang bersentuhan dengan masyarakat terabaikan. Seperti, alokasi anggaran penyediaan air bersih khusus wilayah kekeringan. Dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) tidak ada tambahan alokasi anggaran. Sehingga terjadi kelambatan droping air bersih.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Sampang Yuliadi Setiawan mengaku, banyak Kendala dalam pengelolaan keuangan. Sehingga mengakibatkan anggaran defisit. Namun, diyakini kondisi tersebut hampir terjadi di semua kabupaten. “Salah satunya soal turunnya dana transfer umum dari pemerintah pusat yang menurun hingga 42,8 persen. Jumlah itu tidak sedikit dan menguras anggaran di tingkat kabupaten,” responnya.

Pihaknya menegaskan, jika pemerintah harus melakukan refocusing ketiga. Tujuannya, untuk membuat keuangan stabil dan tidak defisit. Meski sampai saat ini belum ada keputusan final kekurangan defisit Rp3 miliar setelah dilakukan rasionalisasi. “Jadi masih dalam pembahasan, mudah-mudahan saja bisa terlaksana,” tegasnya.

Reporter: Fathor Rahman

Redaktur: Totok Iswanto

 

 

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *