oleh

Pengelolaan Garam di Sampang Terganjal Kapasitas BUMD

KABARMADURA.ID, SAMPANG -Badan usaha milik daerah (BUMD) di Kabupaten Sampang, belum mempunyai kapasitas untuk mengelola garam. Sehingga perlu membentuk BUMD baru yang mampu mengelola hasil garam rakyat. Hal tersebut diungkapkan, Kepala Bidang (Kabid) Perikanan dan Budidaya Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sampang, Moh. Mahfud, Minggu (28/3/2021).

Menurutnya, jika tidak ingin membentuk BUMD yang baru, paling tidak merevisi BUMD yang lama. Sebab, ketersediaan garam di Sampang sangat prospek untuk dikelola dan sangat menguntungkan bagi daerah maupun petani garam. Sesuai rencana, garam akan dikelola oleh daerah. Hanya saja, sampai saat ini belum ada kejelasan mengenai progres pendirian BUMD baru.

“Karena, dengan adanya BUMD yang mengelola garam, tentunya menjadi harapan ataupun peluang baik oleh BUMD itu sendiri maupun oleh masyarakat. Selain itu, berbicara potensi garam di Sampang cukup signifikan. Sebab, per tahunnya panen sampai ratusan ribu ton. Terlebih garam tersebut masuk barang penting,” ujarnya.

Pihaknya menjelaskan, BUMD yang lama tidak memiliki unit usaha pengolahan garam serta lembaganya tidak mempunyai dasar hukum yang legal. Sehingga, jika dipaksakan dikelola BUMD yang lama, maka perlu adanya revisi. Bahkan, melengkapi sarana dan prasarana seperti ketersediaan mesin pengolah, gudang penyimpanan garam rakyat dan garam yang sudah diolah.

“Kalau serapan itu tergantung kemampuan, jadi tidak bisa diprediksi. Tapi, kalau berbicara peluang garam di Sampang sangat besar,” jelasnya.

Kendati demikian, peningkatan kualitas garam hingga saat ini terus dilakukan dengan cara memberikan binaan kepada petani garam. Sebab, salah satu alasan pemerintah pusat melakukan impor garam, lantaran kualitas garam tidak bagus.  “Untuk pembinaan peningkatan kualitas garam terus dilakukan, meski kondisi harga garam murah,” tegasnya. (mal/ito)

Komentar

News Feed