Pengelolaan Keuangan Cabor Volly Indoor Sumenep Janggal

News15 views

KABARMADURA.ID | SUMENEP-Dugaan ketidakberesan dalam pengelolaan Cabang Olahraga (Cabor) Voli Indoor Sumenep akhirnya terungkap. Kondisi itu diketahui, ketika pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi Jawa Timur (Porprov Jatim) ke VIII tahun ini. 

Salah satu atlet yang namanya enggan disebutkan mengaku, hanya menerima uang Rp75 ribu dalam setiap berlaga. Ketika itu, dirinya hanya berlaga tiga kali. Sehingga hanya tinggal mengalikan pendapatan setiap kali berlaga. Setelah sempat ramai mengenai isu tersebut, pengelola cabor menambah uang yang awalnya Rp75 ribu menjadi Rp150 ribu. 

“Tapi tidak ada pemberitahuan atau kejelasan mengenai tambahan uang yang awalnya Rp75 ribu menjadi Rp150 ribu,” ujarnya kepada Kabar Madura.

Mirisnya, para atlet juga diminta untuk menandatangani kertas seperti daftar hadir dalam bentuk tulisan tangan. Daftar tersebut kurang formal. Sedangkan untuk tempat tinggal ketika pelaksanaan porprov ditanggung pengelola cabor. Namun, untuk waktu latihan hanya dua bulan. Ketentuan itu, kurang optimal. 

 “Selama jadwal pelatihan itu, kami hanya dikasih makan, kalau transport kami keluarkan uang sendiri. Tidak tahu kalau cabor-cabor yang lainnya,” ucapnya. 

Baca Juga:  Buah Sinergi Masyarakat, Pamekasan Raih Penghargaan Adipura

Menanggapi persoalan itu, Ketua Persatuan Bola Voli Indonesia (PBVSI) Sumenep Sudiharto memilih untuk irit berbicara mengenai uang khusus atlet. Namun yang pasti, setiap latihan sudah ada dana khusus atlet. Yakni, uang makan maupun transport untuk para atlet. Secara umum, ada banyak hal yang harus dibenahi dalam pengelolaan Cabor Voli Indoor. 

“Termasuk stamina para atlet, kalau soal uang pembinaan atlet dan bonus saya kurang memahami,” responnya singkat.

Pewarta: Moh. Razin 

Redaktur: Totok Iswanto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *