Pengelolaan Pantai Lombang dalam Sorotan Disparbudpora

  • Bagikan

Kabarmadura.id/SUMENEP-Dinas Pariwisata, kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disparbudpora) Kabupaten Sumenep menemukan kejanggalan dalam pengelolaan Pantai Lombang. Pasalnya, pihak pengelola hanya menyetorkan hasil tiket masuk dan parkir. Sementara, sewa lahan untuk pedagang dan penjualan buah kelapa misalnya, tidak dilaporkan ke pemerintah daerah.

“Ya sementara yang selama kami terima adalah dari hasil parkir dan jasa masuk atau tiket, selebihnya pemerintah masih belum menerima masukan dana lain,” katanya kemarin.

Untuk diketahui, para pengelola Pantai Lombang dan Pantai Slopeng dikelola sementara oleh pihak ketiga yang merupakan gabungan tiga unsur, yakni kelompok sadar wisata (pokdarwis) dan pemerintah desa (pemdes) setempat serta unit pelaksana teknis (UPT) atau kepanjangan tangan disparbudpora.

Carto melanjutkan bahwa pengelola memiliki sejumlah kewajiban selama masa pengelolaan, di antaranya membayar kontrak pengelolaan sebagai pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor wisata dan pajaknya kepada pemerintah daerah, memberikan pelayanan prima kepada wisatawan, dan menampilkan atraksi seni dan budaya.

Tetapi dari pengelolaan tersebut masih menyimpan banyak kejanggalan, termasuk pengelolaan lahan dan potensi lain yang sangat menghasilkan.

“Setelah ditanya di mana hasil kelapanya, pengelolaan lahan yang lainnya, mereka bilang tidak tahu, kayaknya ada yang janggal,” imbuhnya.

Untuk menemukan titik terang ia akan memanggil pimpinan UPT-nya, bahkan ia siap memecat pihak pengelola yang tidak setuju dengan apa yang menjadi kebijakannya.

 

“Memang keputusan saya ini memberatkan pihak di sana, tetapi saya harus tegas biar ada kejelasan dalam pemasukan dana kepada Sumenep,” lanjutnya.

Sementara kesaksian dari salah satu pengelola yang enggan disebutkan namanya menuturkan bahwa pihaknya memang sudah mengikuti mekanisme dari pemerintah, baik terkait pengelolaan dan yang lainnya.

Baca juga  Polres Berdalih Ada Tambahan Berkas

“Kami gak tahu, tetapi kayaknya selama ini kami sudah bekerja sebagaimana anjuran pemerintah,” katanya. (ara/pai)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan