oleh

Pengelolaan Wisata Hutan Kera Nepa Minim Anggaran

Kabarmadura.id/Sampang-Pengelolaan obyek wisata Hutan Kera Nepa di Kabupaten Sampang, dinilai kurang optimal. Manajemen pengelola dinilai kurang inovatif. Akibatnya, wisata potensial untuk dijual kepada para wisatawan tersebut minim pengunjung.

Camat Banyuates Fajar Sidik menyampaikan, masyarakat sempat mengusulkan adanya program pengelolaan wahana bermain di lokasi Wisata Hutan Kera Nepa. Namun sampai saat ini fasilitas bermain di wisata tersebut minim inovasi.

Dirinya mengungkapkan, masyarakat sempat mengusulkan adanya wana wisata outbound serta fasilitas permainan air di wisaya yang beralamatkan di Desa Batioh, Kecamatan Banyuates tersebut.

Bahkan menurutnya, pihaknya sudah menyiapkan kebutuhan dana sebesar Rp115 juta untuk peningkatan fasilitas wana wisata yang bersumber dari Pagu Indikatif Kecamatan (PIK) Banyuates 2020.

“Wahana outbound yang akan dibangun itu berupa sepeda layang dan permainan air yang berbentuk banana boat, yang dianggarkan Rp115 juta, Rp25 juta untuk pengadaan Banana Boat,” katanya, Senin (13/1/2020).

Namun demikian, Fajar menyampaikan, program pembangunan wahana bermain di lokasi wisata Hutan Kera Nepa sudah direncanakan sejak 2018 lalu itu, tidak dapat direalisasikan karena terbentur dana PIK Banyuates yang masih sangat minim pada saat itu.

Padahal menurutnya, program pengelolaan yang direncanakan sudah sesuai dengan konsep pengembangan wisata yang dicanangkan oleh Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Sampang.

“Pembangunan wahana outbound dan permainan air di wisata tersebut menyesuaikan dengan view yang ada. Yakni pemandangan hutan alam dan pantai yang eksotis. Tujuannya wisata itu bisa semakin menarik dikunjungi wisatawan,” ungkapnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disporabudpar Sampang Imam Sanusi melalui Kepala Bidang (Kabid) Ibni Abdi Rahman menyampaikan, untuk pengelolaan Wisata Hutan Kera Nepa, pihaknya membutuhkam anggaran sekitar Rp30 miliar, sesuai dengan desain yang sudah dirancang.

“Meski pembangunan ini dimilai kurang optimal, seharusnya bersyukur, karena untuk mengelola Wisata Hutan Kera Nepa itu membutuhkan anggaran Rp30 miliar,” tuturnya

Sementara itu Anggota Komisi IV DPRD Sampang Mohammad Iqbal Fatoni menyampaikan, pembangunan wahana atau fasilitas bermain di wisata Hutan Kera Nepa sudah seharusnya dilakukan. Mengingat tempat wisata tersebut merupakan salah satu visit wisata andalan Kota Bahari.

Politikus PPP itu berhara, Pemkab Sampang tidak hanya fokus pada penambahan fasilitas bermain saja. Melainkan bisa mengembangkan pengolalan wisata melalui kebudayaan yang ada. Sebab menurutnya, wisatawan yang berkunjung tidak hanya ingin liburan.

Namun menurutnya, para wisatawan juga ingin tahu tentang kultur dan budaya masyarakat setempat. Serta beberapa situs sejarah yang ada di obyek wisata itu. Dirinya optimis, jika dikemas dengan baik, Wisata Hutan Kera Nepa akan menjadi magnit bagi wisatawan untuk berkunjung.

“Pembangunan (wisata Hutan Kera Nepa, red) ini perlu, karena wisata ini merupakan visit wisata andalan Sampang,” tutupnya. (km49/pin)

 

Komentar

News Feed