oleh

Pengembangan Dermaga Pagagan Belum Ada Kejelasan

Kabarmadura.id/PAMEKASAN – Pengembangan Pelabuhan Pagagan di Kecamatan Pademawu, sampai saat ini masih belum jelas. Meski rencana pengembangan itu sudah mencuat sejak 2017 lalu, hingga kemudian diputuskan dalam rapat eksekutif-legislatif pada 2018. Namun rencana pengembangan yang akan dilakukan pada tahun 2019 masih buram.

Ketua Komisi III DPRD Pamekasan Hosnan Ahmadi menyampaikan, pihaknya masih belum mengetahui secara detail rencana pengembangan Pelabuhan Pagagan tersebut. Sebab, rencana untuk dilakukan pengembangan, diputuskan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Pamekasan dengan  Komisi I yang kala itu masih menjadi mitra kerja.

Namun demikian, Hosnan menilai, jika pelabuhan tersebut memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi pelabuhan yang dikelola secara professional. Sebab, berdasarkan informasi yang dia peroleh, Pelabuhan Pagagan memiliki aktivitas transportasi laut yang cukup menuju daerah Situbondo dan Bondowoso.

“Bahkan infonya tiap minggu ada pengiriman sapi ke daerah luar Madura lewat sana,” katanya minggu (5/5)

Dijelaskan Hosnan, prospek untuk mengembangkan Pelabuhan Pagagan sangat terbuka. Selain sebagai sarana transportasi, potensi alam di sekitar pelabuhan tersebut cukup tinggi untuk dikelola menjadi destinasi wisata alam.

Oleh karenanya, meski pada rapat sebelumnya pihaknya tidak dilibatkan, namun dia berjanji akan mengkawal rencana pengembangan pelabuhan tersebut hingga tuntas. Sebab, diyakini, pengembangan pelabuhan nantinya juga akan berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar.

“Mungkin masih menunggu kajian yang lebih mendalam, kita tunggu saja realisasinya,” paparnya.

Sayang, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Pamekasan  Ajib Abdullah, belum bisa dimintai keterangan terkait prospek realisasi rencana pengembangan Pelabuhan Pagagan tersebut.

Namun sebelumnya, dia menyampaikan, akan secara maksimal melakukan kajian lebih lanjut terhadap potensi yang dimiliki pelabuhan tersebut. Jika kajian itu rampung dan menunjukkan lokasi tersendiri, maka pengembangan akan dilakukan.

“Pemerintah masih fokus menyusun dokumen analisis,” paparnya. (km45/pin)

Komentar

News Feed