Pengembangan Ekonomi Desa Kurang Didukung Mapannya Administrasi

News76 views

KABARMADURA.ID | PAMEKASAN-Membenahi sistem administrasi adalah upaya Pemerintah Desa (Pemdes) Pangurayan, Kecamatan Proppo untuk memajukan sektor ekonomi. Pasalnya, sistem administrasi tersebut berpengaruh terhadap peningkatan ekonomi warga sekitar.

Diketahui, Desa Pangurayan memiliki pasar desa yang sudah lama beroperasi. Namun sayang, pendataan dan sistem pengelolaannya selama ini tidak tersusun secara rapi. Sehingga penghasilan secara ekonomi tidak berkembang, baik kepada desa maupun warga setempat.

Bukan hanya itu, tidak lengkapnya administrasi atau pendataan juga terjadi pada pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Selama ini, di desa tersebut belum memiliki data yang pasti terkait pelaku UMKM. Sehingga mengakibatkan proses pelatihan dan pembinaan terabaikan.

Kepala Desa (Kades) Pangurayan Imam Hanafi mengaku masih membenahi proses administrasi desa tersebut. Terutama di dua sektor, yakni di pengelolaan pasar desa dan pendataan pelaku UMKM.

Baca Juga:  Serapan Konsumsi Beras di Pamekasan Jadi Paling Banyak Se-Madura, Hampir 500 Ton

“Kendalanya di sini, administrasi atau pendataan yang tidak ada dari pemdes sebelumnya. Makanya kami sementara ini fokus pada dua administrasi untuk dua sektor itu. Agar pertumbuhan ekonomi mengingkat,” ungkapnya kepada Kabar Madura.

Disebutkan Imam, di masa pemerintahannya yang memasuki 10 bulan, pihaknya telah mengupayakan untuk memperbaiki sistem dan meningkatkan penguatan ekonomi di desanya tersebut.

Melalui pasar desa tersebut, pihaknya akan melakukan pengembangan bangunan pasar serta lebih menertibkan pasar. Seperti menyediakan lahan parkir yang aman, yang kemudian bisa menghasilkan retribusi dari parkir tersebut. Dengan demikian perekonomian di desanya terus berputar.

Selain itu, dalam waktu dekat pihaknya juga akan membangun branding beberapa produk makanan unggulan di desanya. Seperti kettuk, keripik singkong, dan terang bulan dengan variasi baru.

Baca Juga:  Masyarakat Sumenep Menunggak Pajak 10 Tahun, DPMD: Adukan ke Pemdes!

Dari tiga produk tersebut, pelaku UMKM-nya akan dibina, baik secara pengemasan ataupun pemasaran. Harapannya, agar perekonomian masyarakat di desanya bisa berkembang. Tidak hanya itu, akan membangun badan usaha milik desa (BUMDes), mengingat sejauh ini BUMDes di desanya tidak aktif.

“Kami juga telah bekerja sama dengan beberapa OPD terkait untuk memberikan pelatihan kepada pelaku UMKM untuk membranding produknya. Seperti kettuk, nanti tidak hanya ditampilkan secara biasa, tapi tampil dengan kemasan baru tanpa merusak cita rasanya. Targetnya, bisa menjadi desa tematik,” ungkap kades yang baru dilantik April 2022 itu.

Pewarta: Safira Nur Laily

Redaktur: Wawan A. Husna

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *