oleh

Pengembangan Embung Samiran Belum Terealisasi

Kabarmadura.id/PAMEKASAN – Rencana pengembangan Embung Samiran di Desa Kodik, Kecamatan Proppo, sampai saat ini belum terealisasi. Padahal rencana itu sudah digagas mulai tahun 2018. Sedangkan Pembangunan embung tersebut dibangun sejak 2017.

Direktur PDAM Pamekasan Agoes Bachtiar mengatakan, pengembangan tersebut ditangani langsung Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur. Namun saat ini masih belum terealisasi.

“Belum terealisasi tapi sudah tahap pelelangan,” katanya,” (18/3).

Dijelaskan, pelelangan itu  dianggarkan Rp25 miliar oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR).

Agoes menyampaikan, pengembangan tersebut butuh dana Rp25 miliar. Anggaran itu diajukan kepada pemerintah pusat. Hasilnya, pengajuan itu direspons positif dan tahun depan diyakini bakal terealisasi.

“Pemenuhan anggaran tersebut melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas. Sementara yang mengerjakan adalah Pemprov Jatim,”paparnya.

Sementara itu, Ketua komisi II DPRD Pamekasan, Apik menyampai pengembangan itu harus segera dilaksanakan. Alasannya, agar  pelayanan kepada masyarakat akan lebih maksimal. Kemudian, penambahan pelanggan sangat memungkinkan karena stok bahan baku semakin banyak.

“Berharap pengembangan embung tidak meleset. Tahun anggaran 2019 benar-benar direalisasikan sehingga segera bermanfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.

Apik menambahkan, target pengembangan itu diharapkan dapat meningkatkan jumlah produksinya. Jika PDAM menargetkan bisa memproduksi air bersih 100 liter per detik.

“Peningkatan produksi untuk memberi pelayanan terbaik kepada masyarakat,” pintarnya. (km45/pa)

Komentar

News Feed