oleh

Pengembangan Pemeriksaan Mengarah Pada Realisasi Proyek

Imbas Kasus Pemerasan oleh Oknum LSM

KABARMADURA.ID, SAMPANG – Kasus dugaan pemerasan yang dilakukan dua oknum anggota Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Sampang terbuka kemungkinan berlanjut pada pengembangan penyelidikan terhadap pemicu terjadinya tindak pidana pemerasan.

Kapolres Sampang AKBP Abdul Hafidz mengungkapkan, jika pihaknya sudah memerintahkan ke penyidik untuk melanjutkan penyelidikan terhadap pekerjaan proyek. Sebab kasus pemerasan diawali dengan dugaan kasus pengerjaan pembangunan plengsengan.

“Yang pasti kasus pekerjaan proyek tetap dikembangkan. Sebab itu yang menjadi dasar pemerasan. Sehingga polisi pasti mengembangkan itu,” tegasnya.

Sebelumnya, pelaku pemerasan, inisial HZ dan AMR bertransaksi dengan kontraktor untuk pengamanan pekerjaan proyek. Sehingga, pelaku ditangkap saat bertemu kontraktor atas nama Hasbi yang tengah membawa uang sebesar Rp.19.400.000. Keduanya digelandang dan ditetapkan tersangka.

Temuan anggota Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Badan Pemantau Penyelenggara Pemerintahan Republik Indonesia (BP3RI) ada lima proyek. Beberapa proyek kelompok masyarakat (pokmas) per paket anggarannya mencapai Rp. 300 juta. Dua pelaku menilai kualitas pekerjaan proyek  jelek dan sudah rusak.

Kapolres Sampang juga mengaku jika pihaknya sudah memeriksa pelapor atas nama Hasbi  sebagai korban dalam kasus pemerasan. Selanjutnya, imbuh Kapolres Sampang, akan diperiksa terhadap pekerjaan proyek, setelah berkas kasus pemerasan dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Sampang.

Abdul Hafidz menegaskan, jika ada pelanggaran hukum dalam pekerjaan proyek maka menjadi kasus berbeda. Dua oknum LSM tidak terlibat dalam kasus itu. Sebab keduanya murni terlibat dalam kasus pemerasan. Sehingga, polisi sudah mulai memgembangkan kasus pekerjaan proyek.

Disinyalir, pelapor atas nama Hasbi melakukan pekerjaan proyek di sejumlah titik. Polisi tengah mengumpulkan data lokasi proyek. Terlebih yang menjadi dasar pemerasan oknum LSM diketahui lebih dari tiga titik proyek pembangunan fisik.

Sementara Kontraktor Pokmas, Hasbi enggan memberikan keterangan saat dikonfirmasi. Pihaknya menolak memberi penjelasan pengembangan kasus yang dilakukan polisi. Alasannya, keterangannya hanya cukup untuk proses penyelidikan.

“Saya sudah memberikan keterangan kepada polisi. Sehingga keterangan saya sudah ada di polisi. Untuk sementara belum bisa berkomentar,” katanya. (man/bri)

 

Komentar

News Feed