Pengembangan Potensi Bawang Merah Sedot Rp1,8 M

  • Whatsapp
KM/IMAM MAHDI  KEMBANGKAN: Petani sedang berada di lahan bawang merah di Kabupaten Pamekasan. 

Kabarmadura.id/Pamekasan-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan terus berupaya meningkatkan potensi bawang merah yang ada di wilayah setempat. Bahkan, untuk meningkatkan potensi sektor pertanian itu, pemerintah melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) mengucurkan dana sebesar Rp1,8 miliar.

Kepala Bidang (Kabid) Hortikultura Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Pamekasan Nolo Garjito menyampaikan, dana tersebut dialokasikan pada 13 kecamatan yang ada di wilayahnya.

Dikucurkannya dana yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2019 itu, dilatarbelakangi oleh potensi bawang merah yang terdapat di Kecamatan Batu Marmar. Menurutnya, bawang merah menjadi komoditi yang sangat potensial untuk mengangkat perekonomian petani.

“Untuk tahun sekarang kita dapat program dari pusat pengembangan kawasan dan peningkatan tanaman holtikultura bawang merah dari kementerian,” katanya, Minggu (7/7)

Nolo menjelaskan, dana sebesar Rp1,8 miliar tersebut, nantinya akan dialokasikan untuk lahan seluas 100 hektare atau 100 ton bawang merah. Sebab tiap 1 hektar diharapkan mempunyai 1 ton bibit bawang merah. Penyalurannya, melalui 1.019 kelompok tani (Poktan) di bumi Gerbang Salam.

“Semua kelompok tani akan dikumpulkan dan diharapkan menyalurkan bibit tersebut terhadap masyarakat,” paparnya.

Nolo melanjutkan, bibit-bibit yang akan diberikan pada para petani tersebut ditargetkan dapat menghasilkan 7 ton bawang merah perhektar. Hasilnya, tidak ada pengembalian pada pemerintah. Namun, bergulir pada masyarakat Pamekasan yang minat menanamnya.

“Saat ini masih proses pelelangan, semua yang melaksanakan adalah provinsi, kita hanya sebagai pelaksana,” bebernya.

Nolo menyebut, jenis bawang merah tersebut adalah varietas manjung. Yakni, varietas yang tidak kenal musim, sehingga dengan kondisi lahan di Pamekasan yang memiliki daya tahan tinggi saat musim hujan, diyakini tanaman bawang merah akan sangat menjajikan pada petani.

“Jika pada musim hujan akan lebih bagus lagi,” paparnya.

Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Pamekasan Apik mengaku, pihaknya belum menerima koordinasi terkait pengembangan tanaman bawang merah di wilayahnya, akan tetapi menurutnya, jika program tersebut benar maka sangat bersyukur untuk meningkatkan perekonomian masyarakat, utamanya di sektor pertanian

Diharapkannya, anggaran senilai Rp1,8 miliar tersebut, dipergunakan sebagaimana juklak dan juknis yang sudah ditentukan, dalam artian tanpa ada penyalahgunaan anggaran, sehingga masyarakat benar-benar merasakan program tersebut.

“Nilai anggaran harus berbanding lurus dengan target yang diharapkan pemerintah,” pungkasnya. (km45/pin)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *