oleh

Pengembangan Wisata Terfokus di Pantai Lon Malang

Kabarmadura.id/SAMPANG-Mayoritas lokasi wisata di Kota Bahari belum terkelola dengan matang. Tahun ini, Dinas Pemuda Olah Raga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disparporabudpar) Sampang hanya  menganggarkan Rp3.030.395.000 untuk pengembangan pariwisata daerah.

Perinciannya, peningkatan pengelolaan pariwisata Rp737.495.000 dan peningkatan sarana, prasarana prawisata di sejumlah wilayah Rp2.292.900.000.

Dari anggaran tersebut, lebih banyak difokuskan untuk pengelolaan pariwisata Pantai Lon Malang yang beralamatkan di Jalan Raya Batu Lenger, desa Bira Tengah, Kecamatan Sokobanah.

Kepala Disporabudpar Sampang Aji Waluyo mengatakan, upaya pengembanagan lokasi wisata di Sampang harus dilakukan secara bertahap. Skala prioritasnya berada di wilayah Pantai Utara (Pantura), karena anggran pengembangannya cukup terbatas.

Menurut dia, beberapa tahun terakhir, fokus pengembangan lokasi wisata di Sampang terpusat di Pantur. Pada tahun 2018, pengembangan wisata terfokus di Hutan Kera Nepa dan Air Torjun Toroan. Pada tahun ini, terpusat di Pantai Lon Malang, meliputi panambahan sarana, prasarana bermain, infrastruktur dan fasilitas penunjang lainnya.

“Sebesar Rp1,6 miliar difokuskan di Pantai Lon Malang, untuk penambahan fasilitas penunjang, infrastruktur dan sebagainya,” kata Aji Waluyo Kepada Kabar Madura, Senin (18/3).

Ia menjelaskan, jumlah lokasi wisata di Sampang relatif cukup banyak. Namun baru sebagian yang sudah terkelola dengan baik, sehingga harus dikembangakan secara bertahap, meliputi rencana pengelolaan tempat wisata melalui badan usaha milik desa (BUMDes) dan maksimalisai promosi wisata oleh semua kelompok sadar wisata (pokdarwis).

Sejauh ini, lokasi wisata yang sudah bisa menghasilkan pendapatan asli daerah (PAD) baru empat lokasi. Yakni wisata Hutan Kera Nepa sebesar Rp3.600.000 yang bersumber dari pengelolaan jasa parkir, Wisata pantai Camplong Rp60.000.000 dan Pantai Lon malang serta wisata kerapan sapi Rp4.550.000 dari jasa parkir.

”Setiap tahun, keberadaan sejumlah tempat wisata ini, sudah menyumbang PAD sekitar Rp68 juta,”ungkapnya.

Sementara itu, anggota Komisi II DPRD Sampang Sahid menilai, keberadaan sejumlah tempat wisata di Sampang belum bisa diandalkan, karena selama ini, mayoritas lokasi wisata itu hanya sebatas destinasi, belum berorentasi pada peningkatan PAD. Itu karena belum terkelola dengan baik.

Untuk itu, politisi Partai Golkar itu meminta, Disporabudpar Sampang  untuk berinovasi dan memaksimalkan pengelolaan sejumlah tempat wisata, sehingga bisa meningkat PAD, mengingat potensi wisata di Kota Bahari relatif cukup besar.

“Kami harap, kedepannya (Disporabudpar red) ini dapat mengelola sejumlah wisata dengan maksimal dan lebih baik, sehingga PAD wisata dapat meningkat,” singkatnya. (sub/waw)

Komentar

News Feed